Pelatih kepala PSIM Yogyakarta Jean-Paul Van Gastel menyatakan ingin bertahan satu musim lagi di Yogyakarta. Pernyataan itu disampaikan di Yogyakarta, Sabtu, setelah ia menandatangani perpanjangan kontrak bersama manajemen PSIM. Keputusan itu diambil usai menjalani satu musim bersama tim berjuluk Laskar Mataram.
Van Gastel menilai PSIM Yogyakarta memiliki daya tarik tersendiri. Ia menyebut klub tersebut mempunyai jiwa yang membuatnya ingin melanjutkan pekerjaannya. Selain itu, ia juga merasa nyaman dengan atmosfer yang ada di sekitar tim.
“Saya pikir klub ini (PSIM Yogyakarta) memiliki jiwa,” kata Van Gastel di Yogyakarta, Sabtu.
Pelatih asal Belanda itu mengaku bangga bisa meneruskan kariernya di klub yang dinilainya memiliki ekosistem kuat. Ia menyoroti dukungan suporter dan manajemen yang disebutnya luar biasa. Faktor di luar sepak bola juga ikut memengaruhi keputusannya.
Menurut Van Gastel, kehidupan di Yogyakarta memberi kesan positif baginya. Ia menyebut Kota Gudeg sebagai tempat yang indah untuk ditinggali. Kombinasi suasana kota dan lingkungan klub membuatnya ingin menetap lebih lama.
“Yogyakarta benar-benar kota indah untuk ditinggali, semua paket lengkap ini membuat saya ingin bertahan setidaknya satu tahun lagi,” kata Van Gastel.
Penandatanganan kontrak perpanjangan kerja sama dengan manajemen PSIM telah dilakukan pada hari yang sama. Dengan kontrak baru itu, Van Gastel akan melanjutkan pekerjaannya untuk musim depan. Ia pun langsung memasang target yang lebih tinggi bersama tim.
Van Gastel mengatakan dirinya memiliki motivasi besar untuk membawa PSIM melangkah lebih jauh. Ia ingin tim tampil lebih kompetitif pada kompetisi musim depan. Karena itu, ia menargetkan penyusunan komposisi pemain terbaik agar bisa bersaing di papan atas klasemen.
“Musim depan, saya ingin tim tampil lebih kompetitif dengan menyusun komposisi pemain terbaik agar mampu bersaing di papan atas klasemen,” katanya.
Ia juga berharap seluruh pertandingan mendatang dapat disaksikan langsung oleh para suporter. Kehadiran pendukung di stadion dinilai penting untuk menambah semangat pemain di lapangan. Dukungan itu diharapkan menjadi bahan bakar bagi PSIM sepanjang musim.
Van Gastel mengaku menikmati pengalamannya selama musim ini. Ia menyebut masih memiliki kebahagiaan dan energi yang sama seperti musim lalu. Perasaan itu membuatnya penuh harapan menatap kompetisi berikutnya.
“Saya menikmati pengalaman musim ini, sehingga saya memiliki kebahagiaan dan energi yang sama seperti musim lalu, saya sangat penuh harapan,” katanya.
Menurut Van Gastel, tugas musim ini telah diselesaikan sesuai target awal. Target yang dimaksud adalah membawa PSIM menjauh dari jurang degradasi. Capaian itu disebutnya bisa menjadi pijakan awal yang baik untuk menyambut musim depan.
Sumber: ANTARA News

