Cesc Fabregas mengaku sudah memiliki firasat Como akan lolos ke Liga Champions. Pengakuan itu disampaikan pelatih Como tersebut pada Senin, 25 Mei 2026, setelah klubnya memastikan tiket ke kompetisi elite Eropa itu.
Como mengamankan tempat di Liga Champions musim depan usai menang 4-1 atas Cremonese pada Senin dini hari WIB. Pada saat bersamaan, AC Milan kalah 1-2 dari tim tamu Cagliari.
Hasil itu membuat Como naik dan finis di posisi keempat klasemen akhir. Mereka mengoleksi 71 poin, unggul satu angka atas Milan yang menutup musim di posisi kelima.
“Saya punya firasat sehari sebelum melawan Parma bahwa jika kami menang dua kali, kami akan lolos ke Liga Champions,” kata Fabregas kepada DAZN Italia pada Senin.
Firasat itu muncul sehari sebelum Como menang 1-0 atas Parma pada Minggu (17/5). Kemenangan tersebut menjadi pijakan penting sebelum mereka menuntaskan musim dengan hasil meyakinkan atas Cremonese.
Fabregas kembali mencatatkan sejarah bersama Como. Setelah promosi dari Serie B dua tahun lalu, ia kini membawa klub itu tampil di kompetisi Eropa dan melangkah ke Liga Champions untuk pertama kali sepanjang sejarah.
Sebelumnya, Como juga sudah memastikan tiket ke kompetisi Eropa setelah mengalahkan Verona 1-0 pada laga pekan ke-36. Pencapaian itu kemudian disempurnakan dengan finis di empat besar.
Como menjadi salah satu dari empat wakil Liga Italia di Liga Champions musim depan. Mereka bergabung dengan Roma, Inter Milan, dan Napoli sebagai juara serta runner-up liga musim ini.
Salah satu faktor keberhasilan Como adalah performa konsisten pada lima laga terakhir. Tim asuhan Fabregas mencatat empat kemenangan dan satu hasil seri dalam periode tersebut.
Di sisi lain, AC Milan justru kehilangan momentum pada fase akhir musim. Milan menelan tiga kekalahan, sekali seri, dan hanya sekali menang dalam lima pertandingan terakhir.
Juventus juga gagal menjaga performa menjelang penutupan musim. Dalam lima laga terakhir, mereka hanya meraih satu kemenangan, tiga hasil seri, dan satu kekalahan.
“Saya menunjukkan video seorang pesepeda kepada para pemain. Dia berada di posisi keenam, tetapi di sprint terakhir dia mengayuh lebih keras dan memenangkan balapan. Itulah yang kami lakukan musim ini,” kata pelatih asal Spanyol berusia 39 tahun itu.
Saat datang ke Como, Fabregas menangani klub yang masih berada di Serie B. Ia kemudian ikut membangun fondasi klub, termasuk merancang pusat latihan.
Fabregas menyebut keberhasilan musim ini sebagai hasil kerja bersama seluruh tim. Ia menegaskan peran pelatih hanya memberi dorongan dan opsi, sedangkan para pemain yang menuntaskannya di lapangan.
“Kami para pelatih hanya mendorong mereka, memberi opsi, memberi tahu di mana ruang kosong berada, tetapi merekalah yang melakukannya di lapangan. Saya sangat bahagia untuk warga Como, mereka pantas merasakan kebahagiaan ini,” tutup dia.
Sumber: ANTARA News

