I.League Kecam Tindakan Tidak Sportif dalam Laga EPA U-20
Sepakbola Indonesia

I.League Kecam Tindakan Tidak Sportif dalam Laga EPA U-20

I.League mengecam keras insiden tidak sportif dalam laga EPA Super League U-20 antara Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20 melawan Dewa United Banten FC U-20, Minggu, di Stadion Citarum, Semarang. Pernyataan itu disampaikan operator kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Super League 2025/2026 pada Selasa, 21 April 2026.

Insiden tersebut melibatkan beberapa pemain. Salah satunya Fadly Alberto, pemain Bhayangkara yang juga penggawa timnas Indonesia U-20, yang melakukan “tendangan kungfu” kepada pemain lawan.

Direktur Utama I.League Ferry Paulus menyesalkan kejadian itu. Ia menegaskan EPA merupakan fondasi penting bagi masa depan sepak bola Indonesia.

“Sangat disayangkan insiden seperti ini terjadi di kompetisi Elite Pro Academy, yang merupakan tiang penting dan fondasi sepak bola Indonesia ke depan. Dari kompetisi inilah diharapkan lahir cikal bakal pemain Timnas Indonesia di masa mendatang,” ungkap Direktur Utama I.League Ferry Paulus melalui keterangan resminya, Selasa.

Ferry menyebut pembinaan karakter menjadi tujuan utama kompetisi. Menurut dia, nilai fair play harus ditanamkan kepada seluruh elemen pertandingan.

“Karena itu, dibutuhkan sikap dan attitude yang baik dari seluruh pelaku. Pemain harus diajarkan untuk selalu mengedepankan asas fair play. Bahkan perangkat pertandingan juga diuji untuk mampu menjalankan prinsip yang sama, karena tujuan utama EPA adalah pembinaan,” kata dia.

Ia juga menjelaskan perangkat pertandingan di EPA berasal dari Asprov domisili klub. Dalam beberapa kasus, perangkat pertandingan juga dimungkinkan berasal dari klub.

“Perangkat pertandingan yang ditugaskan dalam EPA berasal dari Asprov domisili klub, dan dalam beberapa kasus juga memungkinkan penggunaan perangkat pertandingan yang dimiliki oleh klub. Hal ini merupakan bagian dari proses pembinaan menyeluruh, termasuk bagi perangkat pertandingan,” lanjut dia.

Ferry menegaskan tindakan yang membahayakan keselamatan pemain tidak bisa ditoleransi. I.League mendukung langkah PSSI dan Komite Disiplin untuk menjatuhkan sanksi tegas.

“Kami tidak bisa menoleransi tindakan yang membahayakan keselamatan pemain. Kami mendukung penuh langkah PSSI dan Komite Disiplin untuk memberikan sanksi tegas agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak,” ucap Ferry.

Ia juga mengimbau pemain, pelatih, dan ofisial menjaga emosi sepanjang pertandingan. Menurut Ferry, tindakan seperti itu justru merugikan masa depan pemain sendiri.

“Kami mengimbau seluruh pelaku sepak bola usia muda untuk tetap menjunjung sportivitas. Apa pun yang terjadi di lapangan, pemain harus mampu mengendalikan emosi karena tindakan seperti ini justru akan merugikan masa depan mereka sendiri,” tutur Ferry.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menegaskan federasi tidak akan menoleransi kekerasan di lapangan. PSSI, kata dia, sudah menerima laporan pertandingan antara Dewa United dan Bhayangkara FC di Elite Pro Academy.

“PSSI sudah menerima laporan tentang kejadian antara pertandingan Dewa United dan Bhayangkara FC di Elite Pro Academy. Ketua Umum sangat mengutuk keras atas kejadian ini. PSSI segera menyampaikan hal ini kepada Komite Disiplin untuk diambil tindakan seberat-beratnya,” ujar Yunus Nusi.

PSSI juga menyatakan prihatin atas insiden tersebut. Federasi membuka kemungkinan evaluasi terhadap perangkat pertandingan jika ditemukan kelalaian.

“PSSI sangat prihatin dan menyayangkan kejadian ini. Siapa pun yang terlibat akan ditindak. Kami juga melihat adanya indikasi kelalaian perangkat pertandingan, yang akan menjadi perhatian Komite Wasit untuk evaluasi, edukasi dan sanksi bila terbukti,” lanjutnya.

Di kesempatan berbeda, Fadly Alberto Hengga menyampaikan permintaan maaf melalui akun Instagram resminya. Ia meminta maaf kepada Rakha Nurkholis, tim Dewa United, serta Bhayangkara Presisi Lampung FC.

“Secara khusus saya meminta maaf kepada Rakha Nurkholis dan tim Dewa United atas perbuatan bodoh saya menendang Rakha Nurkholis. Dan untuk tim Bhayangkara Presisi Lampung FC saya meminta maaf kepada pimpinan dan manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC dan seluruh jajaran pelatih dan rekan setim karena telah merugikan tim,” ucap Fadly.

Sumber: ANTARA

Tinggalkan Komentar