Persija Jakarta resmi berpisah dengan Mauricio Souza setelah Super League 2025-2026 berakhir. Keputusan itu diambil manajemen karena pelatih asal Brasil tersebut dinilai tidak memenuhi target yang telah disepakati pada awal kontrak.
Mauricio Souza sebenarnya membawa Persija finis di peringkat ketiga. Macan Kemayoran mengakhiri musim dengan 71 poin dari 22 kemenangan, 5 hasil imbang, dan 7 kekalahan.
Catatan itu menjadi salah satu sisi positif dalam masa kerja Souza. Persija mencatatkan perolehan poin tertinggi klub setidaknya dalam satu dekade terakhir, sejak kompetisi Liga Indonesia kembali menggunakan format satu wilayah.
Baca juga: Persija Resmi Berpisah dengan Mauricio Souza setelah Gagal Memenuhi Target Tim
Namun, pencapaian tersebut belum cukup untuk membuat manajemen memperpanjang kontraknya. Kontrak Mauricio Souza berakhir pada akhir musim 2025-2026, dan Persija memutuskan tidak melanjutkan kerja sama.
Persija Berpisah dengan Mauricio Souza karena Target Tak Tercapai
Direktur Persija, Mohamad Prapanca, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah evaluasi terhadap target yang ditetapkan di awal kontrak.
“Coach Mauricio telah membawa karakter yang kuat bagi wajah Persija musim ini. Namun, karena tidak tercapainya target yang ditentukan di awal kontrak, maka kami sepakat untuk tidak melanjutkan kebersamaan,” kata Prapanca dalam keterangan resminya, Selasa (26/5/2026).
Persija juga menyampaikan apresiasi kepada Mauricio Souza atas kontribusinya selama menangani tim. Dedikasi, kerja keras, dan gagasan sepak bolanya disebut memberi karakter tersendiri dalam perjalanan Persija di Super League 2025-2026.
Selama berada di bawah arahan Souza, Persija disebut tampil sebagai tim yang mendominasi permainan, agresif, dan terus menekan lawan. Rizky Ridho dan kawan-kawan juga mampu menjaga persaingan hingga finis di tiga besar.
Staf Kepelatihan Persija Juga Berpisah
Perpisahan Persija dengan Mauricio Souza tidak hanya berlaku untuk posisi pelatih kepala. Klub juga mengakhiri kebersamaan dengan sejumlah anggota staf kepelatihan.
Mereka adalah Italo Bartole Resende sebagai asisten pelatih, Vitor Branco da Cruz sebagai pelatih fisik, Gerson Rodrigues Rios sebagai pelatih kiper, Caio Araujo sebagai analis, dan Claudio Luzardi sebagai interpreter.
“Kami mendoakan Mauricio beserta stafnya, Coach Italo, Vitor, Gerson, Caio, dan Luzardi, agar semakin sukses dan bersinar di perjalanan berikutnya,” ujar Prapanca.
Terkait sosok pengganti Mauricio Souza, Prapanca menyebut Persija saat ini tengah membuka pembicaraan dengan sejumlah kandidat. Klub belum mengumumkan nama pelatih baru untuk memimpin Macan Kemayoran setelah berakhirnya kerja sama dengan Souza.

