Pengamat: Piala Dunia jadi momentum memperkuat eksistensi TVRI, RRI, dan ANTARA
Sepakbola Indonesia

Pengamat: Piala Dunia jadi momentum memperkuat eksistensi TVRI, RRI, dan ANTARA

Pengamat sepak bola Tanah Air Mohammad Kusnaeni menilai siaran langsung Piala Dunia 2026 dapat memperkuat eksistensi TVRI, RRI, dan LKBN ANTARA. Pernyataan itu disampaikan Sabtu, 2 Mei 2026, dalam dialog bersama RRI Tanjungpinang, Kepri.

Mohammad Kusnaeni mengatakan lembaga penyiaran publik memiliki peluang besar untuk kembali menguat di tengah masyarakat. Momentum itu hadir saat TVRI menjadi pemegang hak siar resmi Piala Dunia 2026 di Indonesia, dengan dukungan RRI dan ANTARA.

“Siaran Piala Dunia yang hanya eksklusif di TVRI dibantu RRI dan ANTARA, diharapkan membuat masyarakat melihat kembali kehadiran LPP dalam menyajikan berbagai informasi hingga edukasi kepada publik,” kata Bung Kus.

Menurut pria yang akrab disapa Bung Kus itu, tantangan lembaga penyiaran publik kini semakin berat. Masyarakat hidup di era disrupsi digital dengan banyak pilihan platform media sosial.

Karena itu, ia menilai kesempatan pada piala dunia tahun ini harus dimaksimalkan. TVRI, RRI, dan ANTARA diharapkan bisa menjadi pilihan utama masyarakat untuk memperoleh hiburan sekaligus edukasi seputar Piala Dunia.

Bung Kus juga mengapresiasi kehadiran pemerintah Indonesia melalui TVRI sebagai pemegang hak siar resmi piala dunia 2026 di Indonesia. Menurut dia, langkah itu membuat masyarakat bisa menikmati pertandingan sepak bola terbesar di dunia secara gratis.

Ia mendorong TVRI bekerja sama dengan RRI dan ANTARA dalam menghadirkan konten piala dunia yang bernilai edukasi. Konten itu ditujukan untuk masyarakat luas dan pecinta sepak bola di Tanah Air.

“Siaran piala dunia harus menyisipkan nilai-nilai edukatif, karena sepak bola bukan sekedar olahraga, tapi menghadirkan nilai persahabatan, persatuan, sampai menentang rasisme,” ungkapnya.

Selain itu, Bung Kus mengajak seluruh lapisan masyarakat mendukung peran TVRI, RRI, dan ANTARA dalam penyiaran Piala Dunia. Ia berharap ajang besar itu memberi dampak maksimal dalam berbagai aspek.

Baca juga  Madura United menang 2-0 atas Bali United dalam lanjutan kompetisi Liga 1 Indonesia

Salah satu dampak yang disebutnya adalah terciptanya kegembiraan warga sebelum maupun sesudah piala dunia. Ia juga menilai turnamen itu bisa mendorong lahirnya kecintaan yang lebih besar terhadap olahraga, terutama sepak bola.

Menurut dia, masyarakat yang gemar berolahraga cenderung lebih sehat. Kondisi itu dinilai ikut membantu mengurangi beban negara dalam mengurus BPJS Kesehatan.

“Termasuk menyajikan informasi terkait benefit piala dunia bagi perekonomian hingga budaya masyarakat, khususnya di Indonesia,” demikian Bung Kus.

Piala dunia FIFA 2026 akan menjadi turnamen terbesar dalam sejarah sepak bola. Ajang itu akan memainkan total 104 pertandingan.

Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Piala dunia digelar di 16 kota tuan rumah yang berada di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Masyarakat Indonesia dapat menyaksikan piala dunia melalui siaran TVRI. Selain itu, informasi dan penguatan siaran juga akan hadir melalui Radio Republik Indonesia (RRI) dan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA lewat pemberitaan daring serta platform media sosial.

Sumber: ANTARA

Alfandi Alonzo

Alfandi Alonzo

Reporter

Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

Tinggalkan Komentar