Bayern Muenchen Bidik Kemenangan di Bernabeu atas Madrid
Bayern Muenchen menargetkan kemenangan atas Real Madrid saat bertemu di Stadion Santiago Bernabeu, Rabu (8/4) dini hari WIB, pada leg pertama perempat final Liga Champions 2025/2026. Laga ini menjadi kesempatan Bayern mengakhiri catatan tanpa kemenangan di markas Madrid sejak 2001.
Tekad itu disampaikan gelandang Bayern, Joshua Kimmich, menjelang pertandingan. Ia menegaskan timnya datang dengan ambisi besar untuk memutus tren buruk di kandang Real Madrid.
“Antusiasmenya tentu sangat besar. Namun, kami belum pernah menang di sana sejak saya berada di sini. Itu adalah target kami,” ujar Joshua Kimmich dikutip dari laman resmi Bayern Muenchen, Selasa.
Sejak Kimmich bergabung dari RB Leipzig pada Januari 2015, Bayern Muenchen sudah enam kali menghadapi Real Madrid di fase gugur Liga Champions. Dari enam pertemuan itu, Madrid meraih empat kemenangan, sedangkan dua laga lainnya berakhir imbang.
Meski begitu, Kimmich menilai situasi Bayern kini berbeda dibanding musim-musim sebelumnya. Ia menyebut kondisi skuad lebih baik karena tidak banyak pemain yang mengalami cedera.
“Kami sangat senang semua pemain siap bermain,” tutur dia.
Pelatih Bayern Vincent Kompany juga mengakui tantangan besar yang menanti timnya di Santiago Bernabeu. Menurut dia, laga tandang melawan Real Madrid bisa menjadi pertandingan tandang terberat Bayern sepanjang musim ini.
“Ini mungkin pertandingan tandang yang paling sulit, tetapi kami ingin menang,” kata juru taktik berkebangsaan Belgia tersebut.
Berdasarkan catatan Transfermarkt, kemenangan tandang terakhir Bayern Muenchen atas Real Madrid di Liga Champions terjadi pada tahun 2001. Saat itu Bayern menang 1-0 pada leg pertama semifinal 2000/2001.
Kemenangan tersebut menjadi bagian penting dari langkah Bayern menuju final. Setelah menyingkirkan Madrid, Bayern kemudian keluar sebagai juara usai mengalahkan Valencia melalui adu penalti.
Bayern sebenarnya sempat kembali meraih hasil positif di Bernabeu pada semifinal Liga Champions 2011/2012. Namun, kemenangan itu didapat lewat adu penalti, bukan dalam waktu normal.
Pada pertandingan tersebut, Real Madrid menang 2-1 hingga perpanjangan waktu. Hasil itu membuat agregat sama kuat karena Bayern juga menang 2-1 pada leg pertama di kandang sendiri.
Bayern akhirnya lolos ke final setelah unggul dalam adu penalti. Meski demikian, mereka gagal menjadi juara karena kalah adu penalti dari Chelsea pada partai puncak Liga Champions 2011/2012.
Dengan catatan itu, duel di Santiago Bernabeu kali ini menjadi ujian besar bagi Bayern Muenchen. Selain menghadapi salah satu lawan terkuat di Eropa, mereka juga membawa misi mengakhiri penantian panjang untuk kembali menang di kandang Real Madrid.
Sumber: ANTARA

