Bek tengah Persija Jakarta Paulo Ricardo menjagokan Brasil menjadi juara Piala Dunia 2026. Pernyataan itu ia sampaikan di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026. Ricardo menilai tim nasional negaranya punya peluang besar untuk meraih gelar di turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
“Brasil juara, tentu saja,” kata Ricardo di Jakarta, Rabu.
Paulo Ricardo menyebut kehadiran Neymar menjadi salah satu alasan utama keyakinannya. Menurut dia, Brasil memiliki modal kuat karena diperkuat pemain berpengalaman. Neymar dinilai masih bisa memberi pengaruh besar untuk tim Samba.
Meski tidak berada di performa terbaik seperti beberapa tahun lalu, Neymar tetap dianggap penting. Ricardo menilai pengalaman sang pemain di panggung terbesar akan sangat berguna. Neymar sudah tampil dalam tiga edisi Piala Dunia sejak 2014.
Sejak debut untuk Brasil pada Agustus 2010, Neymar telah mencatatkan 128 penampilan. Dari jumlah itu, pemain berusia 34 tahun tersebut mengoleksi 79 gol dan 59 assist. Catatan itu menjadi salah satu alasan Ricardo tetap menaruh kepercayaan besar.
Setelah sempat menikmati masa emas bersama Barcelona dan Paris Saint-Germain, Neymar kini kembali ke Santos. Pada musim ini, ia mencetak enam gol dan empat assist bersama klub masa kecilnya tersebut.
“Kami tumbuh besar melihat banyak pemain hebat. Sekarang kami punya Neymar di tim. Juga banyak pemain bagus lainnya,” ucap Ricardo.
Brasil akan memulai perjalanan di Piala Dunia 2026 dari Grup C. Mereka tergabung bersama Maroko, Haiti, dan Skotlandia. Tim lima kali juara dunia itu akan menjalani tiga laga fase grup di tiga stadion berbeda.
Laga pertama Brasil adalah melawan Maroko pada 14 Juni di Stadion MetLife. Setelah itu, Brasil menghadapi Haiti pada 20 Juni di Stadion Lincoln Financial Field. Pertandingan terakhir fase grup akan mempertemukan Brasil dengan Skotlandia pada 25 Juni di Stadion Hard Rock.
Ricardo berharap negaranya bisa menambah koleksi gelar dunia. Brasil saat ini sudah memiliki lima trofi Piala Dunia. Ia ingin Selecao meraih bintang keenam pada edisi 2026.
“Kami mendukung Brasil dan ingin mendapatkan satu bintang lagi, jadi bintang keenam,” tutur Ricardo.

