Liverpool merilis jersi kandang baru musim 2026/2027 yang kini sudah dijual di Indonesia, Kamis, 21 Mei 2026. Produk itu tersedia di toko resmi klub di Jakarta, Surabaya, dan Bali.
Para penggemar The Reds dapat membeli jersi terbaru tersebut di Liverpool FC Retail Pondok Indah Mall 2, Jakarta. Produk yang sama juga tersedia di Liverpool FC Retail Pakuwon Mall, Surabaya, serta Liverpool FC Retail Pop-up Shop ICON Bali Mall, Sanur.
“Jersi kandang terbaru sudah tersedia di toko Liverpool FC Retail Pondok Indah Mall 2, Jakarta; Liverpool FC Retail Pakuwon Mall, Surabaya; dan Liverpool FC Retail Pop-up Shop ICON Bali Mall, Sanur. Koleksi jersey juga tersedia secara online di toko resmi Liverpool FC Retail Indonesia di marketplace,” tulis keterangan toko resmi Liverpool di Indonesia, Rabu.
Liverpool dijadwalkan memakai seragam kandang anyar itu saat menjamu Brentford di Anfield. Laga penutup Liga Inggris musim ini itu berlangsung Minggu (24/5) pukul 22.00 WIB.
Pertandingan tersebut juga disebut menjadi laga perpisahan untuk Mohamed Salah dan Andrew Robertson. Keduanya telah membela The Reds sejak 2017.
Peluncuran jersi kandang baru Liverpool dilakukan pada Selasa. Produk ini merupakan hasil kerja sama klub dengan adidas.
Desain jersi anyar itu menghubungkan masa lalu dan masa kini. Liverpool menyebutnya sebagai penghormatan terhadap salah satu era bersejarah klub pada musim 1989 hingga 1991.
Strip original dari periode tersebut dikenal sebagai salah satu jersi adidas paling ikonik milik Liverpool. Seragam itu juga lekat dengan salah satu skuad terbaik dalam sejarah klub.
Pada masa itu, The Reds meraih gelar liga ke-18 mereka. Capaian tersebut menjadi rekor terbanyak untuk klub Inggris pada saat itu.
Di bawah arahan Sir Kenny Dalglish, Liverpool mengakhiri musim dengan selisih sembilan poin di puncak klasemen Liga Inggris. Era itu diperkuat nama-nama seperti Ian Rush, John Barnes, Alan Hansen, dan Bruce Grobbelaar.
Terinspirasi Akhir Era 80-an
Sebagai bagian dari kampanye peluncuran, LFC dan adidas menghadirkan konsep kreatif lintas generasi. Visual kampanye itu menampilkan reimajinasi berbasis AI.
Rush, Barnes, Hansen, dan Grobbelaar muncul dengan penampilan mereka pada 1989. Mereka dipadukan dengan pemain masa kini seperti Florian Wirtz, Hugo Ekitike, Grace Fisk, dan Faye Kirby yang mengenakan strip terbaru.
Jersi kandang terbaru ini mengambil inspirasi dari desain original adidas yang mudah dikenali. Ciri utamanya adalah pola geometris dinamis yang dipadukan dengan sentuhan performa modern.
Warna dasar merah tua diperkuat grafis kontemporer menyeluruh. Desain itu merefleksikan bahasa visual original dari akhir era 80-an dengan tampilan yang lebih modern.
Detail putih terlihat pada lambang klub, logo adidas, dan trim. Sementara itu, motif yang diperbarui menghadirkan nuansa budaya sepak bola era 80-an.
Pada bagian belakang leher, terdapat emblem angka 97 yang dibingkai api abadi. Detail itu menjadi penghormatan bagi korban tragedi Hillsborough.
Klub juga memperkenalkan desain nama dan nomor punggung terbaru LFC. Desain itu selaras dengan typeface baru klub yang diperkenalkan musim lalu dan terinspirasi dari sayap serta cakar burung Liver.
Nama dan nomor punggung terbaru LFC akan tersedia dalam waktu dekat di Indonesia. Jersi kandang 2026/2027 ini juga dilengkapi celana pendek dan kaus kaki berwarna merah tua.
Selain jersi pemain lapangan, adidas turut meluncurkan jersi kiper terbaru. Desainnya serupa, tetapi memakai warna hijau khas LFC yang terinspirasi dari era tersebut.
Peluncuran ini juga mencakup koleksi perlengkapan training domestik terbaru klub. Di antaranya pre-match top, training short sleeve top, training drill top, long down jacket, hoodie, celana, jaket, kaos, anthem jacket, koleksi DNA culture wear, koleksi stadium, topi, dan aksesori lainnya.
Sumber: ANTARA

