Pep Guardiola disebut meninggalkan warisan besar untuk Liga Inggris dan sepak bola dalam telaah yang diterbitkan ANTARA di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026. Sorotan itu muncul saat kabar kepergian pelatih Manchester City tersebut menghebohkan sepak bola Inggris menjelang akhir musim.
“Atas semua fakta dan sumbangsih yang dia unjukkan kepada Inggris, tak diragukan lagi bahwa Liga Premier dan sepak bola Inggris berutang budi kepada Guardiola”
Guardiola dinilai sudah dua kali meninggalkan tim saat klub yang ditanganinya masih membutuhkannya. Hal itu lebih dulu terjadi ketika ia berpisah dengan Barcelona setelah mempersembahkan 14 trofi dalam periode 2008 sampai 2012.
Selama empat tahun di Barcelona, Guardiola membawa klub itu meraih dua trofi Liga Champions dan dua Piala Dunia Klub. Ia lalu pergi untuk mencari tantangan baru sambil menyandang predikat manajer sepak bola paling sukses di Spanyol.
Tujuan berikutnya adalah Bayern Muenchen. Bersama klub Jerman itu, Guardiola bekerja dari 2013 sampai 2015 dan tetap mencatat sukses besar meski tanpa trofi Liga Champions.
Selama dua tahun di Bayern, ia tetap mempersembahkan delapan trofi. Salah satunya adalah trofi Piala Dunia Klub.
Setelah itu, Guardiola beristirahat hampir satu musim sebelum menerima tawaran Manchester City pada 2016. Berbeda dari periode sebelumnya, ia bertahan lebih lama di klub Liga Inggris tersebut.
Guardiola menukangi The Citizens selama sepuluh tahun, dari 2016 sampai 2026. Namun kemudian muncul kabar bahwa ia akan meninggalkan kursi kepelatihan klub itu segera setelah musim ini berakhir.
Kabar tersebut langsung memicu kehebohan di sepak bola Inggris. Situasinya makin menyita perhatian karena City saat itu masih bersaing dengan Arsenal dalam perebutan gelar liga, ketika kompetisi tinggal menyisakan dua pertandingan.
Dalam telaah itu disebutkan, situasi tersebut mungkin membuat Erling Haaland cs tampil gugup saat menghadapi Bournemouth. City pun gagal mengalahkan lawannya, yang kemudian membuat Arsenal lebih cepat dinobatkan sebagai juara liga tanpa menunggu laga terakhir akhir pekan ini.
Keputusan Guardiola mundur juga dinilai mengejutkan karena kontraknya masih berlaku sampai 2027. Belum ada kepastian mengenai alasan di balik rencana kepergiannya itu.
Ada dugaan ia tengah bersiap menjadi pelatih tim nasional Spanyol. Namun ada pula anggapan bahwa keputusan itu berkaitan dengan masalah hukum yang sedang dihadapi manajemen Manchester City.
City saat ini memang sedang dijerat 115 dakwaan yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran aturan Financial Fair Play. Perkara itu disebut berlangsung dalam kurun 2009-2018.
Kasus tersebut pertama kali dilaporkan koran Jerman, Der Spiegel, pada 2018. Laporan itu memuat bocoran email internal manajemen Manchester City.

