Skuad Garuda Pertahankan Identitas Permainan Jelang Laga Perdana ASEAN Futsal
Sepakbola Indonesia

Skuad Garuda Pertahankan Identitas Permainan Jelang Laga Perdana ASEAN Futsal

Timnas Futsal Indonesia Jaga Identitas Jelang ASEAN 2026

Tim nasional futsal Indonesia menatap laga perdana ASEAN Futsal Championship 2026 pada Senin (6/4) di Nonthaburi Hall, Thailand. Pada Minggu (5/4), skuad Garuda menegaskan fokus utama mereka adalah menjaga identitas permainan yang sudah dibangun selama masa persiapan.

Pelatih kepala timnas futsal Indonesia Héctor Souto mengatakan tantangan terbesar tim saat ini adalah waktu adaptasi yang sangat singkat. Indonesia datang ke turnamen dengan mayoritas pemain baru yang tampil menonjol di Profesional Futsal League (PFL).

“Hal yang paling menantang adalah kami hanya memiliki lima sesi latihan. Jadi, seperti yang bisa Anda lihat, dengan 10 jam latihan dan skuad pemain yang hampir seluruhnya baru, ini sangat menantang,” kata Souto.

Menurut Souto, persoalan utama bukan terletak pada kualitas individu pemain. Ia menilai para pemain yang dibawa memiliki kemampuan yang cukup untuk bersaing di level Asia Tenggara.

“Ini (waktu) adalah masalah terbesar kami, bukan kualitas para pemain itu sendiri. Saya pikir mereka semua adalah pemain yang bagus di Asia Tenggara,” ujar Souto.

Dalam persiapan singkat itu, tim pelatih memusatkan perhatian pada transfer sistem permainan. Sistem tersebut sebelumnya sudah dibangun bersama skuad senior dalam kurun satu setengah tahun.

Souto menyebut tantangan berikutnya adalah memastikan para pemain baru mampu mengingat detail permainan tim. Ia ingin ciri khas permainan timnas futsal Indonesia tetap terlihat di lapangan.

“Masalah terbesar yang akan kami hadapi adalah mengingat sistem dan detail-detail yang telah kami kerjakan bersama skuad senior selama satu setengah tahun,” kata Souto.

“Sekarang adalah waktunya untuk memperkenalkan pemain baru. Jika mereka bisa mempertahankan identitas kami dan mengingat cara kami bermain, atau cara tim nasional Indonesia harus bermain, itu sudah cukup.”

Pelatih asal Spanyol itu juga memahami masih ada kemungkinan beberapa detail permainan terlewat. Hal itu dinilai wajar mengingat tim sedang berada dalam fase perubahan dan pengenalan pemain baru.

“Tapi itu tidak masalah, kami datang ke sini untuk memberi paparan kompetisi bagi para pemain ini. Kami sedang dalam masa evolusi dan kami harus berkembang, kami fokus pada hal itu,” ujar Souto.

ASEAN Futsal Championship 2026 menjadi ajang penting bagi Indonesia untuk menguji kesiapan komposisi baru. Turnamen ini juga menjadi panggung bagi para pemain PFL untuk menunjukkan kapasitas mereka di level internasional.

Baca juga  Pelatih Bhayangkara puji Sidibe: Tampil menonjol dan berperan penting bagi tim

Timnas futsal Indonesia dijadwalkan menghadapi Brunei Darussalam dalam laga pembuka pada Senin (6/4). Pertandingan itu akan menjadi ujian awal bagi upaya Garuda mempertahankan identitas permainan di tengah masa transisi skuad.

Sumber: ANTARA

Alfandi Alonzo

Alfandi Alonzo

Reporter

Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

Tinggalkan Komentar