Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir menyatakan pada Kamis, 16 April 2026 di Jakarta, PSSI belum menerima kepastian lanjutan soal bidding tuan rumah Piala Asia 2031 dan 2035.
Erick menjelaskan, proses bidding sempat dibuka melalui undangan ke Kuala Lumpur. Namun, agenda itu kemudian ditunda karena adanya penyesuaian kalender di level AFC.
“Piala Asia, kemarin kan sempat ada undangan ke Kuala Lumpur buat bidding tapi terus ditunda karena sepertinya ada kalender tambahan di AFC yang Nation League, nah itu. Jadi saya belum dapat kepastian lanjutan kapan bidding proses berikutnya dibuka lagi,” ujar Erick Thohir kepada pewarta, Kamis.
Indonesia sebelumnya masuk sebagai salah satu kandidat tuan rumah Piala Asia 2031. PSSI ikut mencalonkan diri dalam proses yang dibuka oleh AFC.
Selain Indonesia, ada beberapa negara lain yang juga tercatat dalam daftar kandidat. Negara-negara itu adalah Australia, India, Korea Selatan, Kuwait, serta tuan rumah gabungan Krygyzstan, Tajikistan, dan Uzbekistan.
Sebelumnya, AFC menghentikan proses bidding penyelenggaraan Piala Asia. Keputusan itu diambil setelah adanya instruksi dari FIFA terkait pelaksanaan turnamen.
FIFA disebut tidak mengizinkan turnamen tersebut digelar pada tahun ganjil. Pelaksanaan diarahkan berlangsung pada tahun genap.
Perubahan kalender itu membuat AFC masih meninjau dampaknya secara menyeluruh. Peninjauan dilakukan untuk melihat konsekuensi jika penyelenggaraan Piala Asia benar-benar dipindahkan ke tahun genap.
Karena itu, AFC untuk sementara menghentikan proses bidding tuan rumah Piala Asia 2031 dan Piala Asia 2035. Langkah tersebut diambil agar proses berikutnya berjalan lebih terstruktur.
Hingga kini, PSSI masih menunggu informasi resmi lanjutan dari AFC. Belum ada kepastian kapan tahapan bidding akan kembali dibuka.
Sumber: ANTARA News

