Pelatih Persis Milomir Seslija menegaskan timnya tidak gentar menghadapi Dewa United pada laga Super League di Stadion Manahan, Solo, Sabtu. Pernyataan itu disampaikan pada Jumat, 15 Mei 2026, menjelang pertemuan kedua tim.
Seslija menilai rekor tak terkalahkan Dewa United tidak membuat Persis ciut. Ia menyebut tim tamu tetap akan mendapat perlawanan keras dari skuad tuan rumah.
“Catatan tak terkalahkan Dewa kurang lebih seperti Bhayangkara, ketika mereka datang ke sini, mereka mendapatkan perlawanan sengit dari kami. Dewa tim yang baik, tapi besok kita akan memberikan permainan yang kuat,” kata Seslija dalam laman Persis pada Jumat.
Pelatih asal Bosnia itu mengatakan Persis berada dalam situasi yang menguntungkan karena bermain di kandang. Dukungan suporter dinilai menjadi tambahan motivasi bagi timnya.
“Persis punya suporter yang luar biasa saya bangga dan merasa tersentuh, mereka selalu mengapresiasi perjuangan tim,” sambung dia.
Dewa United datang ke Solo dengan catatan impresif. Mereka telah melewati 12 pertandingan Super League tanpa kekalahan, dengan 19 laga di antaranya berakhir dengan kemenangan.
Meski begitu, Persis tetap menyiapkan diri secara serius. Seslija menyebut program latihan dimaksimalkan untuk menguatkan aspek teknik, taktik, mental, dan kedisiplinan.
Ia juga mengakui kualitas lawan yang akan dihadapi. Menurut dia, Dewa United memiliki kedalaman skuad yang sangat baik.
“Kami harus lebih sabar karena kami besok menghadapi salah satu tim terbaik Indonesia seperti Borneo dan Persib,” pungkasnya.
Laga ini menjadi sangat penting bagi Persis. Tim asal Solo itu wajib meraih kemenangan untuk menjaga peluang bertahan di Super League.
Saat ini, Persis menempati posisi ke-16 klasemen dengan 28 poin. Karena itu, pertandingan melawan Dewa United menjadi kesempatan penting untuk menambah angka di papan bawah.
Kehadiran suporter di Stadion Manahan diharapkan memberi dorongan besar bagi Persis. Di sisi lain, Dewa United tetap datang dengan modal tren positif yang membuat laga ini diprediksi berjalan ketat.
Persis kini fokus menatap pertandingan dengan keyakinan penuh. Rekor lawan tidak dianggap sebagai beban, melainkan tantangan yang harus dijawab di lapangan.
Sumber: ANTARA
Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.
Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

