Tim nasional Belanda menerima Anugerah Fair Play Piala Dunia 2026 pada Senin, 20 Juli 2026, selepas final di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat. Penghargaan itu diumumkan FIFA setelah turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko berakhir.
Belanda dinilai sebagai tim paling sportif sepanjang Piala Dunia 2026. Penghargaan ini menjadi pelipur lara setelah mereka tersingkir lebih awal pada babak 32 besar.
Dalam laga terakhirnya di turnamen, Belanda disingkirkan Maroko lewat adu penalti. Pertandingan itu berakhir imbang 1-1 sebelum Maroko menang adu penalti 3-2.
Pengumuman penghargaan dilakukan selepas partai final. Spanyol keluar sebagai juara usai menang 1-0 atas Argentina.
Jika melihat statistik kartu dan pelanggaran, Belanda bukan tim paling bersih di turnamen ini. Tim Oranje mengoleksi tiga kartu kuning sepanjang Piala Dunia 2026.
Jumlah itu sama dengan Aljazair, Jerman, dan Senegal. Ketiga tim itu juga sama-sama terhenti di babak 32 besar. Catatan Belanda juga setara dengan Norwegia yang melaju hingga perempat final.
Dari sisi jumlah pelanggaran, Belanda tercatat melakukan 44 kali pelanggaran. Angka itu lebih sedikit dibandingkan Jerman yang mencatat 51 pelanggaran.
Namun, Belanda masih lebih banyak melakukan pelanggaran daripada Aljazair dan Senegal. Aljazair membukukan 29 pelanggaran, sedangkan Senegal mencatat 36 pelanggaran.
FIFA tidak hanya memakai statistik kartu dan pelanggaran dalam menentukan penerima Anugerah Fair Play. Badan sepak bola dunia itu juga mempertimbangkan penghormatan kepada lawan dan perilaku sportif selama turnamen.
Karena itu, penilaian fair play tidak semata ditentukan angka di atas lapangan. Sikap tim sepanjang kompetisi ikut menjadi dasar keputusan FIFA.
Hanya tim yang lolos ke fase gugur setelah fase grup yang berpeluang meraih penghargaan ini. Belanda masuk dalam kriteria tersebut meski langkah mereka terhenti pada babak 32 besar.
Bagi Belanda, ini adalah Anugerah Fair Play Piala Dunia pertama mereka. Dengan capaian itu, Belanda menjadi tim kesebelas yang pernah meraih penghargaan tersebut sejak mulai diberikan pada edisi 1970.
Daftar penerima Anugerah Fair Play Piala Dunia sebelumnya diisi sejumlah negara besar. Peru menjadi penerima pertama pada 1970, disusul Jerman Barat pada 1974 dan Argentina pada 1978.
Brasil tercatat beberapa kali meraih penghargaan ini, yakni pada 1982, 1986, dan 1994. Inggris memenanginya pada 1990 dan berbagi dengan Prancis pada 1998.
Belgia menjadi penerima pada 2002. Brasil kembali berbagi penghargaan dengan Spanyol pada 2006, lalu Spanyol memenanginya lagi pada 2010 dan 2018.
Kolombia menerima penghargaan itu pada 2014. Sementara Inggris menjadi penerima terakhir sebelum Belanda, yakni pada edisi 2022.
Sumber: ANTARA
Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.
Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

