Juergen Klopp Dinilai Bisa Pulihkan Reputasi Tim Nasional JermanEnzo Maresca Tegaskan Tak Akan Meniru Gaya Pep Guardiola di Manchester CityBarcelona Berduka: Pekerja Proyek Renovasi Camp Nou Dilaporkan Meninggal DuniaLukaku Berpeluang Tinggalkan Napoli jika Hanya Diplot sebagai Pelapis HojlundIpswich Town Rekrut Winger Timnas Jepang Daizen Maeda untuk Perkuat Lini SerangAtletico Madrid Resmi Datangkan Lee Kang-in dari PSG untuk Perkuat Skuad Musim IniArsenal Dikabarkan Tertarik Merekrut Vinicius Junior ke Emirates StadiumReal Madrid Dikabarkan Masuk Persaingan untuk Mendatangkan Yan DiomandePemain Ini Dijadwalkan Pensiun Setelah Piala Dunia 2026 BerakhirPiala AFF 2026: Daftar Calon Lawan Indonesia dan Peluang Persaingan di Turnamen RegionalJuergen Klopp Dinilai Bisa Pulihkan Reputasi Tim Nasional JermanEnzo Maresca Tegaskan Tak Akan Meniru Gaya Pep Guardiola di Manchester CityBarcelona Berduka: Pekerja Proyek Renovasi Camp Nou Dilaporkan Meninggal DuniaLukaku Berpeluang Tinggalkan Napoli jika Hanya Diplot sebagai Pelapis HojlundIpswich Town Rekrut Winger Timnas Jepang Daizen Maeda untuk Perkuat Lini SerangAtletico Madrid Resmi Datangkan Lee Kang-in dari PSG untuk Perkuat Skuad Musim IniArsenal Dikabarkan Tertarik Merekrut Vinicius Junior ke Emirates StadiumReal Madrid Dikabarkan Masuk Persaingan untuk Mendatangkan Yan DiomandePemain Ini Dijadwalkan Pensiun Setelah Piala Dunia 2026 BerakhirPiala AFF 2026: Daftar Calon Lawan Indonesia dan Peluang Persaingan di Turnamen Regional
Juergen Klopp Dinilai Bisa Pulihkan Reputasi Tim Nasional Jerman
Piala Dunia

Juergen Klopp Dinilai Bisa Pulihkan Reputasi Tim Nasional Jerman

Tim nasional Jerman menunjuk Juergen Klopp sebagai pelatih kepala setelah kegagalan di Piala Dunia 2026. Penunjukan itu diumumkan resmi pada Jumat lalu, menyusul mundurnya Julian Nagelsmann usai Jerman tersingkir di babak 32 besar di Boston Stadium, Foxborough, pada 30 Juni.

Kehadiran Klopp saat ini memang dapat menjadi katalisator untuk mengubah cara timnas Jerman bermain dan mengembalikan identitas permainannya. Namun, persoalan fundamental tetap menjadi pekerjaan yang berada di tangan DFB.

Kegagalan Jerman di Piala Dunia 2026 membuka lagi masalah lama di tubuh tim. Salah satu momen yang paling disorot terjadi saat adu penalti melawan timnas Paraguay di babak 32 besar.

Saat itu, Joshua Kimmich menghampiri rekan-rekannya untuk menanyakan penendang keenam. Kimmich berharap Leon Goretzka maju mengambil tanggung jawab itu.

Namun, Goretzka tidak melangkah maju. Jonathan Tah justru mengambil peran tersebut, meski bukan salah satu eksekutor yang telah ditunjuk.

Tah gagal menaklukkan penjaga gawang Paraguay, Orlando Gill. Tendangannya melambung di atas gawang dan Jerman kalah 3-4 dalam adu penalti, setelah kedua tim bermain imbang 1-1 pada waktu normal.

Kekalahan itu membuat Jerman kembali pulang lebih cepat dari Piala Dunia. Hasil tersebut juga mempertegas penurunan prestasi tim yang pernah menjadi juara dunia pada 2014.

Sejak menjuarai Piala Dunia 2014, capaian terbaik Jerman hanya lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Dalam dua edisi sebelumnya, mereka bahkan terhenti di fase grup.

Setiap kegagalan di Piala Dunia selalu diikuti perubahan di kursi pelatih. Joachim Loew, yang membawa Jerman juara pada 2014, mundur setelah gagal membawa tim lolos dari fase grup Piala Dunia 2018.

Setelah itu, Hansi Flick juga mengalami nasib serupa. Mantan pelatih Bayern Muenchen itu dicopot setelah gagal meloloskan Jerman dari fase grup Piala Dunia 2022.

Korban terbaru adalah Julian Nagelsmann. Ia memutuskan mundur setelah hanya membawa Joshua Kimmich dan kawan-kawan mencapai babak 32 besar Piala Dunia 2026.

DFB Bergerak Cepat Dekati Klopp

Federasi Sepak Bola Jerman atau DFB kembali melakukan restrukturisasi setelah kegagalan itu. Langkah pertama yang diambil adalah membidik Juergen Klopp untuk mengisi kursi pelatih kepala.

DFB mulai mendekati Klopp di New York sejak 10 Juni lalu. Pendekatan itu kemudian berujung kesepakatan, saat Head of Global Soccer Red Bull tersebut menerima tawaran menangani timnas Jerman.

Penunjukan Klopp diumumkan resmi pada Jumat lalu. Kehadirannya dinilai menjadi salah satu bagian penting dalam upaya memperbaiki performa sepak bola Jerman.

Klopp datang saat Jerman sedang menghadapi persoalan besar, terutama soal mentalitas pemain dalam situasi krusial di level internasional. Momen adu penalti melawan Paraguay menjadi gambaran paling jelas dari masalah tersebut.

DFB kini berharap mantan pelatih Liverpool dan Borussia Dortmund itu bisa membantu mengubah cara bermain tim. Klopp juga diharapkan mampu mengembalikan identitas permainan Jerman yang melempem dalam beberapa tahun terakhir.

Meski begitu, persoalan di tubuh timnas Jerman tidak hanya berhenti pada pergantian pelatih. Seperti tercermin dari kutipan dalam laporan ini, pekerjaan mendasar tetap berada di tangan DFB.

Sumber: ANTARA

Tinggalkan Komentar