Pelatih timnas futsal Indonesia Hector Souto menyatakan fokusnya memperluas talent pool tim Garuda pada Selasa, 31 Maret 2026, di Jakarta. Langkah itu dilakukan untuk memperkuat kedalaman skuad menuju target jangka panjang tampil di Piala Dunia Futsal 2028 dan 2032.
Souto ingin memperbesar kumpulan pemain nasional menjadi 30 hingga 40 nama. Para pemain itu dipersiapkan agar siap dipanggil kapan saja saat tim membutuhkan.
Pada Pemusatan Latihan (TC) singkat di Jakarta selama satu pekan untuk Kejuaraan ASEAN Futsal 2026 di Thailand pekan depan, ia memberi kesempatan kepada “tim keduanya”. Skuad tersebut diisi 19 pemain yang diminta menunjukkan kemampuan mereka.
Dari 19 pemain itu, hanya dua nama yang sebelumnya tampil pada Piala Asia Futsal 2026 saat Indonesia menjadi runner-up. Dua pemain tersebut adalah Dewa Rizki dan Yogi Saputra.
Dalam kesempatan yang sama, Souto juga memanggil pemain berusia 19 tahun, Muhammad Farhan. Pemanggilan itu sejalan dengan upayanya memberi ruang kepada pemain muda untuk masuk ke level tim nasional.
“Kita masih memiliki tantangan dalam sistem kompetisi usia dini (grassroots). Oleh karena itu, di tim nasional kami harus proaktif membantu pemain muda untuk promosi. Memasukkan pemain berusia 19, 21, atau 22 tahun saat ini adalah investasi, karena dalam enam atau tujuh tahun ke depan menuju Piala Dunia 2032, merekalah yang akan berada di usia emas,” kata Souto dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa.
Pelatih asal Spanyol itu menilai masih ada kekurangan jumlah pemain pada rentang usia 18 hingga 24 tahun di PFL saat ini. Karena itu, ia mendorong klub-klub untuk lebih berani memberi menit bermain kepada pemain muda.
“Kami menyadari ada kekurangan jumlah pemain di rentang usia 18 hingga 24 tahun di PFL saat ini, dan kami mendorong klub-klub untuk berani memberi mereka menit bermain,” ujar pelatih asal Spanyol tersebut.
Visi Souto juga sejalan dengan agenda yang didorong Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI) Michael Victor Sianipar. Salah satu fokusnya adalah menambah pengalaman internasional lewat laga melawan tim-tim top dunia.
Timnas senior dijadwalkan menjalani TC di Spanyol. Dalam agenda itu, Indonesia akan menghadapi klub-klub divisi utama, termasuk Palma Futsal.
Selain itu, timnas juga akan mengikuti turnamen elit di Brasil pada bulan Oktober. Agenda tersebut diharapkan memberi pengalaman bertanding di level tertinggi bagi para pemain Indonesia.
“Pergi ke Spanyol dan Brasil adalah eksposur terbaik yang bisa didapatkan oleh para pemain kita. Jika kita ingin mengembangkan tim nasional lebih jauh dan meyakinkan banyak orang bahwa futsal adalah karir profesional yang menjanjikan, kita harus memberi mereka kesempatan bertanding di level tertinggi. Ini adalah awal baru bagi kami untuk terus meningkatkan level kompetitif Timnas Futsal Indonesia,” kata Souto.
Dengan langkah itu, Souto tidak hanya menyiapkan tim untuk turnamen terdekat. Ia juga membangun fondasi skuad yang lebih dalam untuk target jangka panjang futsal Indonesia di level dunia.
Sumber: ANTARA News
Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.
Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

