Enzo Maresca Tegaskan Tak Akan Meniru Gaya Pep Guardiola di Manchester City
Liga Inggris

Enzo Maresca Tegaskan Tak Akan Meniru Gaya Pep Guardiola di Manchester City

Enzo Maresca menegaskan tidak akan meniru Pep Guardiola setelah ditunjuk sebagai pelatih baru Manchester City, Sabtu (25/7), di Manchester City. Pelatih asal Italia itu ingin membawa pendekatan sendiri saat memulai era baru di klub tersebut.

Maresca menyampaikan sikapnya melalui laman resmi klub. Ia menilai setiap pelatih memiliki cara kerja dan pandangan berbeda terhadap pertandingan.

“Saya rasa setiap pelatih berbeda, baik dalam cara bekerja sehari-hari maupun pendekatan terhadap pertandingan. Kami akan melihat konsep apa yang perlu disesuaikan. Saya tidak percaya pada konsep copy and paste. Saya melihat sepak bola dengan cara yang berbeda dari pelatih sebelumnya,” ujar Maresca di laman resmi klub pada Sabtu (25/7).

Maresca datang menggantikan Guardiola, yang mengakhiri masa baktinya bersama Manchester City setelah 10 tahun. Selama periode itu, Guardiola membawa The Citizens meraih banyak gelar.

Pelatih asal Spanyol tersebut mempersembahkan enam gelar Liga Inggris, satu trofi Liga Champions, tiga Piala FA, serta satu Piala Dunia Antarklub. Rekam jejak itu membuat sosok Guardiola meninggalkan standar tinggi bagi penggantinya.

Meski demikian, Maresca memilih untuk tidak menjadikan gaya Guardiola sebagai pola yang harus disalin. Ia ingin menyesuaikan konsep permainan sesuai kebutuhan tim yang sekarang ia tangani.

Sebelum dipercaya menjadi pelatih kepala Manchester City, Maresca pernah bekerja sebagai asisten Guardiola pada musim 2022/23. Pengalaman itu membuatnya memahami lingkungan klub, tetapi tidak mengubah keinginannya untuk membangun identitas sendiri.

Pelatih berusia 46 tahun itu juga mengungkapkan dirinya masih sering berkomunikasi dengan Guardiola. Kontak itu tetap terjalin sejak keputusan sang mentor meninggalkan Etihad Stadium.

“Dia pantas menikmati waktunya untuk beristirahat. Sementara, saya harus fokus menjalankan pekerjaan saya sendiri,” ujarnya.

Maresca datang ke Manchester City dengan modal prestasi yang cukup meyakinkan. Selama 18 bulan menangani Chelsea, ia mempersembahkan dua trofi.

Dua gelar itu adalah Liga Conference musim 2024/25 dan Piala Dunia Antarklub. Trofi terakhir diraih setelah Chelsea mengalahkan Paris Saint-Germain pada partai final.

Kini, Maresca memahami tuntutan di Manchester City tidak kecil. Ia menyadari klub tersebut dituntut untuk bersaing dan memenangkan gelar di semua kompetisi.

Meski target besar sudah menanti, Maresca menegaskan fokusnya saat ini bukan hasil akhir musim. Ia ingin lebih dulu membangun fondasi tim dari hari ke hari.

“Pada akhirnya, kami ingin meraih gelar. Tetapi saat ini, saya hanya fokus pada apa yang harus dilakukan hari ini,” tutur Maresca.

Sumber: ANTARA News

Tinggalkan Komentar