UEFA mengancam memboikot Piala Dunia pada Kamis di Eropa jika FIFA tetap menjual saham turnamen itu kepada investor swasta. Ancaman itu disampaikan lewat pernyataan resmi UEFA yang dirilis Kamis, seperti dikutip dari laporan ANTARA pada Jumat, 31 Juli 2026 00:33 WIB di Jakarta.
Dalam pernyataannya, UEFA menegaskan tidak akan ada tim nasional dari anggota mereka yang tampil dalam kompetisi FIFA selama usulan itu masih berlaku. UEFA juga menyatakan sikap itu bisa berubah jika rencana penjualan saham Piala Dunia dibatalkan.
“Sebagai hasil dari diskusi hari ini, tidak ada tim nasional anggota UEFA yang akan berpartisipasi dalam kompetisi FIFA mana pun selama usulan ini masih ada,” tulis pernyataan resmi UEFA, Kamis.
UEFA menyebut 55 asosiasi anggotanya berada dalam satu sikap yang sama. Mereka menolak usulan FIFA untuk mengalihkan hak kepemilikan Piala Dunia dan kompetisi FIFA lainnya kepada investor swasta.
“UEFA dan 55 asosiasi anggotanya bersatu padu. Kami menolak secara bulat dan tegas usulan FIFA untuk mengalihkan hak kepemilikan atas Piala Dunia dan kompetisi FIFA lainnya kepada investor swasta,” tulis pernyataan resmi UEFA, Kamis.
Menurut UEFA, Piala Dunia tidak boleh diperlakukan sebagai produk investasi. UEFA menilai ajang itu merupakan salah satu warisan olahraga terbesar dalam sepak bola dunia.
Mereka juga menegaskan warisan tersebut dibangun lintas generasi oleh pemain, tim nasional, dan pendukung di seluruh benua. Karena itu, UEFA menilai tidak ada bagian dari Piala Dunia yang layak diserahkan kepada investor swasta.
UEFA menilai proses penyusunan usulan itu tidak bertanggung jawab. Mereka juga menyebut rencana penting bagi sepak bola itu dirancang diam-diam dan nyaris disetujui tanpa konsultasi yang berarti.
“Ada hal-hal yang terlalu penting untuk dijual. Piala Dunia FIFA adalah milik sepak bola. Selamanya akan begitu. Dan selama Eropa masih memiliki suara, ajang ini tidak akan pernah dijual,” masih dalam pernyataan resmi UEFA.
Sebelumnya, Presiden FIFA Gianni Infantino berencana menjual saham dalam Piala Dunia kepada investor swasta. Penjualan itu disebut melalui sebuah skema yang bisa berujung pada pembentukan perusahaan pengelola turnamen elite milik FIFA.
Skema tersebut mencakup turnamen putra dan putri paling bergengsi di bawah FIFA. Di dalamnya termasuk Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub.
UEFA menegaskan mereka siap menghentikan boikot jika usulan penjualan saham itu benar-benar dibatalkan. Sikap itu menunjukkan kerasnya penolakan Eropa terhadap rencana komersialisasi kepemilikan kompetisi utama FIFA.
Sumber: ANTARA
Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.
Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

