Haissem Jadi Penerus Trah Hassan dalam Sepak Bola Mesir
Piala Dunia

Haissem Jadi Penerus Trah Hassan dalam Sepak Bola Mesir

Haissem Hassan Jadi Sorotan Mesir di Piala Dunia 2026

Haissem Hassan mencuri perhatian bersama tim nasional Mesir pada Selasa (7/7/2026) waktu setempat di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat. Winger berusia muda itu tampil dalam laga 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Argentina. Di tengah kekalahan Mesir, Haissem muncul sebagai nama yang layak disorot.

“Haissem masih punya masa depan panjang dan perkembangan karier anggota baru trah Hassan di timnas Mesir ini adalah salah satu narasi yang menarik untuk diikuti.”

Sebelum sorotan mengarah pada kontroversi pertandingan melawan Argentina, Haissem lebih dulu menunjukkan alasan mengapa ia patut diperhitungkan. Pemain sayap itu menjadi salah satu figur yang menonjol dari skuad Mesir. Penampilannya menambah warna baru bagi perjalanan Pasukan Firaun di Piala Dunia 2026.

Nama Hassan memiliki tempat penting dalam sejarah sepak bola Mesir. Haissem kini hadir sebagai penerus nama besar itu. Meski demikian, ia lahir di Bagnolet, Prancis, pada 8 Februari 2002 dan tumbuh besar di sana.

Latar belakang itu membuat Haissem lebih dekat dengan lingkungan sepak bola Prancis. Ia tumbuh di negara yang pernah merasakan kejayaan Piala Dunia 1998 bersama Zinedine Zidane. Ia juga berada di era ketika Kylian Mbappe muda mencuri perhatian saat membawa Les Bleus menjuarai Piala Dunia 2018.

Perjalanan Haissem di level internasional usia muda juga berawal dari Prancis. Ia sempat membela tim kelompok usia Prancis. Salah satu catatannya hadir ketika Prancis finis di peringkat ketiga Piala Dunia U17 2019 di Brasil.

Secara keseluruhan, Haissem mencatat dua gol dalam tujuh penampilan untuk Prancis U17. Ia juga tampil sembilan kali bersama Prancis U18 dan menyumbang satu gol. Rekam jejak itu menunjukkan bahwa Haissem sudah lama berada dalam radar sepak bola level elite.

Haissem juga memiliki akar keluarga dari dua negara Afrika Utara. Ibundanya berasal dari Tunisia. Sementara ayahnya berkewarganegaraan Mesir.

Dari garis keluarga sang ibu, Haissem bisa saja akrab dengan nama Tarak Dhiab. Tarak Dhiab merupakan peraih penghargaan Pemain Terbaik Afrika 1977 dari Tunisia. Namun dari pihak ayah, Haissem juga mewarisi kedekatan dengan kisah para Hassan yang ikut menopang kejayaan sepak bola Mesir.

Itu sebabnya kemunculan Haissem bersama timnas Mesir mendapat perhatian tersendiri. Ia bukan hanya membawa kemampuan individu di atas lapangan. Ia juga membawa nama keluarga yang sudah lekat dengan sejarah sepak bola Mesir.

Di usia yang masih muda, Haissem dianggap memiliki jalan panjang dalam kariernya. Penampilannya di Piala Dunia 2026 menjadi awal penting untuk menegaskan posisinya di tim nasional Mesir. Dari Atlanta, nama Haissem Hassan mulai mendapat panggung yang lebih besar.

Sumber: ANTARA

Tinggalkan Komentar