Asosiasi Liga Eropa Tolak Rencana FIFA Menjual Saham Piala Dunia
Piala Dunia

Asosiasi Liga Eropa Tolak Rencana FIFA Menjual Saham Piala Dunia

Asosiasi Liga Eropa Tolak Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia

Asosiasi Liga-Liga Eropa (European Leagues) menolak rencana Presiden FIFA Gianni Infantino menjual saham Piala Dunia kepada investor swasta. Sikap itu disampaikan pada Kamis, di situs resmi organisasi tersebut, seperti dikutip dari laporan ANTARA pada Kamis, 30 Juli 2026 02:46 WIB.

Organisasi yang mewakili liga-liga profesional di Eropa itu menilai langkah FIFA dapat mengancam fondasi sepak bola. Mereka juga menyebut rencana tersebut berpotensi memberi kendali jangka panjang kepada pihak swasta atas ajang paling bergengsi di dunia.

“Para pemimpin sepak bola yang bertanggung jawab memiliki kewajiban untuk bersatu menentang proposal ini, bukan hanya demi sepak bola saat ini, tetapi juga demi generasi pemain dan suporter di masa depan agar olahraga ini tetap sehat, berkelanjutan, dan setia pada nilai-nilai yang menjadikannya olahraga paling populer di dunia,” kata Schader dalam pernyataan organisasi tersebut di situs resmi pada Kamis.

Melalui Presiden Claudius Scafer, European Leagues menyebut pengumuman FIFA untuk mencari investor swasta bagi anak perusahaan baru sebagai langkah ceroboh. Anak perusahaan itu disebut akan mengelola hak komersial dan penyelenggaraan turnamen.

European Leagues juga menilai langkah tersebut dapat memecah belah sepak bola. Mereka menegaskan Piala Dunia bukan aset pribadi Presiden FIFA yang bisa diperjualbelikan.

Menurut mereka, nilai Piala Dunia dibangun setiap hari oleh liga, klub, pemain, dan suporter. Namun, pihak-pihak itu justru tidak diberi ruang untuk menyampaikan suara atau persetujuan atas rencana tersebut.

Organisasi itu menambahkan kesuksesan sepak bola selama ini dibangun melalui sistem piramida terbuka. Sistem itu dinilai menjaga keseimbangan antara kompetisi domestik dan internasional.

Karena itu, peluang komersial seharusnya memperkuat sistem yang sudah ada. Bukan sebaliknya, mengubah atau mengancam keseimbangan tersebut.

Selain menolak substansi usulan, European Leagues juga mengkritik cara FIFA menyusun proposal itu. Mereka menilai prosesnya tidak transparan dan dilakukan secara sepihak.

Menurut European Leagues, langkah itu menjadi bagian dari pola pengambilan keputusan FIFA yang selama ini sudah disorot. Salah satu isu yang mereka angkat adalah penetapan kalender pertandingan internasional.

Organisasi tersebut menyatakan telah mengajukan pengaduan kepada Komisi Eropa. Aduan itu berisi tuduhan bahwa FIFA menyalahgunakan posisi dominan melalui penetapan kalender pertandingan internasional yang dinilai melanggar hukum persaingan Uni Eropa.

Mereka menegaskan setiap usulan terkait kalender maupun kompetisi harus disusun lewat proses yang transparan dan akuntabel. Seluruh pemangku kepentingan juga harus dilibatkan dalam pembahasannya.

European Leagues mengacu pada putusan Mahkamah Uni Eropa dalam kasus European Super League pada 2023. Putusan itu, menurut mereka, menekankan pentingnya tata kelola yang terbuka dalam sepak bola.

Di akhir pernyataannya, European Leagues menyebut akan terus bekerja sama dengan UEFA. Langkah itu dilakukan untuk melindungi kepentingan jangka panjang sepak bola.

Organisasi tersebut juga berharap federasi dan asosiasi sepak bola nasional di berbagai negara ikut mencermati secara kritis usulan Presiden FIFA itu.

Sumber: ANTARA

Tinggalkan Komentar