Infantino tegaskan rencana FIFA menjual saham Piala Dunia bukan kewajiban
Piala Dunia

Infantino tegaskan rencana FIFA menjual saham Piala Dunia bukan kewajiban

Presiden FIFA Gianni Infantino di Jakarta pada Kamis menyatakan rencana FIFA membentuk anak perusahaan swasta untuk menjual saham Piala Dunia bukan sebuah kewajiban. Pernyataan itu disampaikan melalui video yang dirilis FIFA dan dikutip dari beIN Sports.

Infantino menegaskan FIFA Forward Enterprise atau FFE masih sebatas proposal. Menurut dia, usulan itu merupakan bagian dari proses demokratis dan konsultasi di internal FIFA.

“FIFA Forward Enterprise (FFE) sejatinya adalah sebuah proposal, sebuah tawaran. Itu merupakan bagian dari proses demokratis, sebuah proses konsultasi, dan yang terpenting, itu adalah sebuah peluang, bukan kewajiban,” ujar Infantino.

Ia menyebut pembentukan anak perusahaan swasta itu dapat menjadi peluang untuk mempercepat pengembangan sepak bola di seluruh dunia. Anak perusahaan tersebut dirancang untuk mengelola hak komersial kompetisi-kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia.

Meski begitu, Infantino kembali menekankan bahwa rencana tersebut bukan keharusan bagi asosiasi anggota FIFA. Proposal itu, kata dia, hanya sebuah tawaran yang masih menunggu proses lebih lanjut.

Sebelumnya, sejumlah pihak menyatakan penolakan terhadap rencana penjualan saham Piala Dunia. UEFA dan Liga-Liga Eropa menilai Piala Dunia tidak boleh dijadikan aset yang diperjualbelikan kepada investor swasta.

Infantino menjelaskan usulan itu dibuat untuk membuka nilai komersial yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Menurut dia, pengelolaan nilai tersebut membutuhkan kemampuan tambahan di luar peran FIFA sebagai pengatur dan pengembang sepak bola.

“Untuk memanfaatkan nilai tersebut dibutuhkan keahlian dan wawasan tambahan yang berbeda dari tugas mengatur dan mengembangkan olahraga ini,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan pembentukan FIFA Forward Enterprise tetap bergantung pada persetujuan melalui pemungutan suara demokratis dari 211 asosiasi anggota FIFA. Selain itu, rencana tersebut juga harus mendapat persetujuan dari Dewan FIFA.

Menurut Infantino, anak perusahaan itu nantinya hanya akan menangani aspek komersial seluruh kompetisi milik FIFA. Cakupannya meliputi kerja sama, hak siar, lisensi, dan berbagai usaha baru.

Hasil dari pengelolaan aspek komersial tersebut, kata Infantino, akan digunakan untuk kepentingan seluruh 211 asosiasi anggota FIFA. Ia menilai langkah itu tidak akan mengubah wajah sepak bola seperti yang dikhawatirkan sejumlah pihak.

Infantino justru meyakini penggemar akan merasakan manfaat dari tambahan pendanaan yang dihasilkan dari rencana itu. Menurut dia, dampaknya akan terasa di masing-masing negara anggota FIFA.

“Para penggemar di seluruh dunia akan memperoleh manfaat yang sangat besar dari potensi perubahan ini karena akan mentransformasi sepak bola di negara mereka masing-masing,” ujar Infantino.

Sumber: ANTARA

Tinggalkan Komentar