Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menempatkan kiprah Persib di AFC Champions League (ACL) Two 2026/2027 sebagai peluang lebih besar daripada sekadar agenda pertandingan klub.
Farhan melihat panggung Asia dapat membantu Kota Bandung memperkuat citra di tingkat internasional, terutama jika Persib mampu membawa ekspos positif bagi kota asalnya.
Farhan Kaitkan Persib di ACL Two dengan City Branding Bandung
Farhan menyampaikan pandangannya di Bandung pada Jumat. Ia menilai keberhasilan Persib tampil baik di kompetisi Asia dapat memberi nilai tambah untuk promosi Kota Bandung.
“Kenapa penting kita menang dan berjaya di Asia? Karena ekspos internasional. Kalau ekspos internasionalnya bagus, itu bisa jadi modal untuk membangun city branding,” kata Farhan.
Dalam pandangan Farhan, ekspos internasional dari sepak bola dapat memberi ruang bagi Bandung untuk memperkuat daya tariknya. Ia juga mengaitkan momentum tersebut dengan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan investasi.
Sudut ini membuat kiprah Persib di ACL Two tidak hanya berkaitan dengan prestasi di lapangan. Farhan melihat kompetisi Asia sebagai panggung yang dapat mempertemukan identitas klub, kota, dan peluang ekonomi.
GBLA Masuk Perhatian karena Standar AFC
Farhan juga menyoroti Stadion Gelora Bandung Lautan Api atau GBLA. Menurut dia, Persib akan bermarkas di Kota Bandung jika tampil di ACL, sehingga kualitas stadion perlu memenuhi standar internasional atau standar AFC.
Ia menilai situasi itu memberi kesempatan bagi banyak pihak untuk belajar meningkatkan kualitas GBLA. Farhan tidak menutup mata bahwa proses tersebut membutuhkan kerja serius.
Farhan mengingat pengalaman renovasi Stadion Si Jalak Harupat untuk memenuhi standar AFC pada masa lalu sebagai pelajaran. Pengalaman itu menunjukkan besarnya tuntutan ketika sebuah stadion masuk agenda kompetisi internasional.
Bandara Husein Masuk Paket Daya Tarik Bandung
Selain stadion, Farhan turut menghubungkan peluang Persib di Asia dengan rencana reaktivasi Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara. Ia meyakini pengaktifan kembali bandara tersebut dapat menambah daya tarik Bandung.
Farhan menyampaikan bahwa keberhasilan city branding dan aktifnya Bandara Husein akan saling melengkapi. Dalam konteks ini, Persib memberi pintu ekspos, sementara konektivitas kota ikut menentukan pengalaman orang yang datang ke Bandung.
Agenda klub Indonesia di kompetisi Asia memberi dimensi berbeda dari panggung Timnas Indonesia, karena klub membawa identitas kota secara langsung ke perhatian publik luar negeri.
Fakta Utama Pernyataan Farhan soal Persib dan Bandung
- Farhan menilai kiprah Persib di ACL Two 2026/2027 dapat mengangkat citra Kota Bandung.
- Ia menyebut ekspos internasional sebagai modal untuk membangun city branding.
- Farhan menyoroti kebutuhan peningkatan kualitas Stadion GBLA agar memenuhi standar internasional atau standar AFC.
- Ia memakai pengalaman renovasi Stadion Si Jalak Harupat sebagai pelajaran tentang tuntutan kompetisi internasional.
- Farhan juga mengaitkan momentum Persib dengan rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara.
- Ia berharap momentum tersebut ikut mendorong pariwisata, ekonomi kreatif, dan investasi di Kota Bandung.
Pernyataan Farhan menunjukkan bahwa partisipasi Persib di ACL Two membawa konsekuensi di luar aspek teknis sepak bola. Kota Bandung mendapat peluang promosi, tetapi juga menghadapi pekerjaan rumah terkait fasilitas dan kesiapan pendukung.
Sumber: ANTARA News
Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.
Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

