Pelatih baru Persija Jakarta, Shin Tae-yong, membuka kemungkinan membawa sejumlah mantan anak asuhnya di Timnas Indonesia untuk memperkuat Macan Kemayoran.
Hal itu disampaikan STY dalam jumpa pers pengenalan dirinya di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, Senin. Pelatih asal Korea Selatan tersebut mengatakan ada niat untuk kembali bekerja sama dengan pemain-pemain yang pernah bersamanya di skuad Garuda.
“Ya, pasti ada niat untuk bawa pemain-pemain timnas sebelumnya ya yang bersama saya juga. Tetapi kan kita harus lihat situasi masing-masing pemain seperti apa, contoh ya seperti kontrak mungkin sudah terikat bersama tim-tim sekarang dan lain-lain juga,” kata Shin Tae-yong.
Baca juga: Mathew Baker Jadi Debutan Termuda Timnas Indonesia
STY sebelumnya melatih Timnas Indonesia selama lima tahun sejak 2020. Dalam periode itu, ia memiliki sejumlah pemain yang menjadi andalannya. Beberapa pemain yang pernah berada di bawah arahannya juga disebut telah membela Persija saat ini, seperti Rizky Ridho, Witan Sulaeman, dan Jordi Amat.
Shin Tae-yong Persija dan Rencana Skuad Baru
Meski membuka peluang membawa pemain yang pernah bekerja dengannya di Timnas Indonesia, Shin Tae-yong menegaskan situasi setiap pemain tetap harus diperhatikan. Salah satu faktor yang ia sebut adalah status kontrak pemain dengan klub masing-masing.
Pernyataan tersebut membuat rencana perombakan skuad Persija tetap harus menunggu perkembangan lebih lanjut. STY tidak menyebut nama pemain tertentu yang akan dibawa, selain menyinggung secara umum soal pemain-pemain timnas yang pernah bersamanya.
Selain soal pemain, STY juga memastikan akan membawa staf kepelatihan yang pernah mendampinginya di Timnas Indonesia. Ia menyebut para asisten tersebut sudah dikenal oleh wartawan karena sebelumnya berada di lingkungan timnas.
“Untuk asisten pelatih, pelatih-pelatih yang para wartawan juga mengenal pastinya karena sebelumnya ada di timnas juga,” ujar STY.
Persija Diarahkan Bermain Lebih Menyerang
Dalam kesempatan yang sama, Shin Tae-yong juga menjelaskan gambaran gaya bermain yang ingin ia terapkan di Persija. Ia menyebut tim ibu kota akan diarahkan bermain lebih menyerang.
Menurut STY, pendekatan itu berbeda dengan saat ia menangani Timnas Indonesia. Di timnas, ia kerap memilih bertahan lebih dulu dan mengandalkan serangan balik karena lawan yang dihadapi dinilai lebih kuat.
“Memang saat di timnas Indonesia karena lawan-lawannya memang lebih kuat dan lebih baik daripada timnas Indonesia, jadi selalu kita bertahan dulu dan lalu kita counter attack,” kata dia.
Untuk Persija, STY mengatakan masih perlu berdiskusi dengan manajemen klub, termasuk terkait komposisi pemain asing. Setelah itu, ia berharap tim bisa tampil lebih baik, cepat, dan agresif dalam menyerang.
“Tetapi di liga mungkin perlu kita diskusi lanjut dengan Pak Panca pastinya dan dengan orang-orang yang di Persija Jakarta untuk membawa pemain-pemain asing pastinya, dan setelah itu pasti kita bisa melakukan permainan yang lebih baik dan lebih cepat, lebih agresif menyerang gitu,” ujar STY.
Shin Tae-yong dikontrak Persija selama tiga tahun. Kehadirannya membuat arah teknis Macan Kemayoran mulai tergambar, terutama soal kemungkinan kerja sama dengan mantan pemain timnas dan rencana perubahan gaya bermain.
Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.
Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

