Lamine Yamal mengungkap pesan Lionel Messi setelah Spanyol mengalahkan Argentina 1-0 pada final Piala Dunia 2026, Senin (20/7), di New York. Pemain muda Spanyol itu menyebut nasihat Messi sangat berharga baginya.
“Dia menyuruh saya untuk terus mengikuti jalan saya dan masa depan adalah milik generasi kami. Kata-kata itu sangat berarti bagi saya, sama seperti medali emas yang tergantung di leher saya,” kata Yamal seperti dikutip dari ESPN di Jakarta, Jumat.
Yamal yang berusia 19 tahun terlihat memeluk Messi yang berusia 39 tahun di lapangan setelah peluit panjang final Piala Dunia 2026. Keduanya kemudian tampak berbincang singkat.
Bagi Yamal, momen itu memiliki arti khusus. Ia mengaku sangat mengagumi Messi dan menaruh hormat besar kepada kapten Argentina tersebut.
“Dia adalah seseorang yang selalu saya kagumi. Di akhir pertandingan, saya menunjukkan rasa hormat saya kepadanya,” kata Yamal.
Messi kembali menjadi sosok penting bagi Argentina pada turnamen di Amerika Utara itu. Penyerang veteran tersebut mencetak delapan gol dan membuat empat assist dari delapan pertandingan yang dijalani Argentina.
Messi juga sempat memberi pujian kepada Yamal sebelum final Piala Dunia 2026. Ia menilai pemain Spanyol itu sudah menjadi bintang dunia meski usianya masih sangat muda.
“Dia adalah pemain yang luar biasa, seorang bintang dunia. Dia berusia 19 tahun dan masih memiliki seluruh karirnya di depan,” kata Messi.
Hubungan Messi dan Yamal juga punya cerita lama saat keduanya berada di Barcelona. Ketika itu, Messi yang masih berusia 20 tahun ikut dalam sesi pemotretan untuk UNICEF dan kalender Barcelona.
Dalam sesi tersebut, Messi memandikan Yamal yang saat itu masih berusia lima bulan. Momen itu kemudian dikenal luas sebagai kisah unik yang menghubungkan dua generasi pemain Barcelona.
Yamal kemudian mewarisi nomor punggung 10 ikonik Barcelona yang pernah dikenakan Messi pada musim lalu. Hal itu makin menegaskan kaitan erat keduanya dalam perjalanan klub asal Catalunya tersebut.
Kemenangan 1-0 atas Argentina pada final Piala Dunia 2026 menjadi penutup manis bagi Spanyol. Di balik keberhasilan itu, Yamal membawa pulang bukan hanya gelar juara, tetapi juga pesan langsung dari pemain yang sangat dikaguminya.
Sumber: ANTARA News
Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.
Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

