Callum McFarlane mengakui Chelsea tampil terlalu tidak konsisten sepanjang musim ini. Pengakuan itu disampaikan pada Senin, 25 Mei 2026, di Jakarta, setelah The Blues dipastikan gagal lolos ke kompetisi Eropa musim depan.
Chelsea menutup musim di posisi 10 klasemen Liga Inggris dengan 52 poin. Hasil itu membuat mereka absen dari kompetisi Eropa setelah kalah 1-2 dari tuan rumah Sunderland pada laga terakhir di Stadium of Light.
“Kami seharusnya finis jauh lebih tinggi di klasemen. Dengan kualitas pemain yang kami miliki, kami seharusnya berada di Liga Champions. Kami terlalu tidak konsisten musim ini dan pada akhirnya itu merugikan kami,” kata McFarlane, dikutip dari laman resmi Chelsea, Senin.
Kekalahan dari Sunderland menjadi pukulan penutup bagi Chelsea. Hasil itu juga mempertegas buruknya laju mereka pada akhir musim.
The Blues tercatat delapan kali gagal menang dalam sembilan laga terakhir liga. Dari rangkaian itu, hasil terbaik Chelsea hanya kemenangan 2-1 atas Tottenham Hotspurs, tim yang hampir degradasi musim ini.
McFarlane menilai timnya memang tidak cukup baik untuk meraih hasil yang dibutuhkan di kandang Sunderland. Meski begitu, ia tetap mengapresiasi usaha dan komitmen para pemain selama dirinya menjabat sebagai pelatih interim.
Kursi pelatih kepala Chelsea akan diserahkan kepada Xabi Alonso pada musim depan. Karena itu, laga terakhir musim ini juga menandai akhir masa tugas McFarlane sebagai pelatih sementara.
“Suasana di ruang ganti jelas penuh kekecewaan,” kata dia. “Kami ingin menang hari ini dan memaksimalkan situasi yang buruk dengan lolos ke Liga Europa,” kata dia.
Sementara itu, kemenangan atas Chelsea memastikan Sunderland finis di posisi ketujuh klasemen akhir Liga Inggris. Tim promosi itu menutup musim dengan 54 poin dan merebut tiket ke Liga Europa musim depan.
Lolos ke Liga Europa menjadi pencapaian penting bagi Sunderland. Kompetisi itu akan menjadi ajang Eropa pertama mereka setelah lebih dari 50 tahun tidak tampil di level benua.
Pelatih Sunderland, Regis le Bris, menyebut tiket Eropa sebagai bukti ambisi klub yang tetap terjaga setelah promosi. Ia juga menyoroti performa timnya pada empat pertandingan terakhir yang berakhir tanpa kekalahan.
“Rasanya luar biasa dan ini menunjukkan bahwa kami mempertahankan standar tinggi kami hingga akhir. Tiga atau empat pertandingan terakhir menunjukkan bahwa kami masih ambisius, itu fantastis,” kata Le Bris.
Hasil akhir musim ini memperlihatkan kontras nasib kedua tim. Sunderland menutup musim dengan tiket Eropa, sedangkan Chelsea harus menerima kegagalan setelah musim yang dinilai penuh inkonsistensi.
Sumber: ANTARA

