Pelatih AS Roma Gian Piero Gasperini mengungkapkan kunci timnya kembali ke Liga Champions pada Senin, 25 Mei 2026, di Jakarta. Menurut dia, Giallorossi mampu mengakhiri puasa tujuh tahun karena tampil konsisten dalam tujuh laga terakhir Liga Italia.
“Kami berbicara satu sama lain dan mengatakan bahwa untuk lolos ke Liga Champions, kami membutuhkan enam atau tujuh kemenangan beruntun. Kami belum pernah melakukannya sepanjang musim, tetapi kami menyimpannya untuk momen yang tepat,” kata Gasperini kepada DAZN Italia pada Senin.
Rangkaian konsisten itu ditutup dengan kemenangan 2-0 atas Verona pada laga terakhir Liga Italia, Senin dini hari WIB. Hasil tersebut membawa Roma finis di posisi ketiga dengan 73 poin.
Dengan capaian itu, Roma lolos ke Liga Champions musim depan bersama Inter Milan, Napoli, dan Como. Bagi Roma, tiket itu mengakhiri penantian panjang setelah absen tujuh tahun dari kompetisi tersebut.
Roma mencatat enam kemenangan dan satu hasil imbang dalam tujuh pertandingan terakhir liga. Kebangkitan itu dimulai setelah mereka kalah 2-5 dari Inter Milan pada 6 April.
Dalam periode tersebut, Roma menang atas Pisa dengan skor 3-0. Mereka juga menundukkan Bologna 2-0, Fiorentina 4-0, Parma 3-2, Lazio 2-0, dan Verona 2-0.
Satu-satunya laga yang tidak dimenangkan Roma dalam rentang itu terjadi saat menghadapi Atalanta. Pertandingan tersebut berakhir imbang 1-1.
“Kami memulai dengan baik, membungkam sebagian kritik, tetapi yang terpenting mendapatkan kepercayaan dari suporter, dengan stadion yang selalu penuh,” ujar Gasperini.
Selain konsistensi tim, Gasperini juga menyoroti peran Donyell Malen dalam keberhasilan Roma mengamankan tiket Liga Champions. Striker pinjaman dari Aston Villa itu disebut memberi dampak besar di lini depan.
Pemain asal Belanda tersebut tampil tajam dengan mencetak 14 gol dan dua assist dari 18 laga Roma di Liga Italia. Kontribusi itu membuat Malen menjadi salah satu faktor penting dalam laju positif Giallorossi pada akhir musim.
Gasperini menilai kehadiran Malen sangat membantu timnya, terutama saat Roma kehilangan sejumlah pemain depan karena cedera. Situasi itu sempat membuat pilihan di sektor serang menjadi terbatas.
“Kehadiran Malen jelas memberi peningkatan besar, tetapi di saat yang sama kami kehilangan Dybala, Soule, dan Dovbyk karena cedera, sehingga opsi di lini depan menjadi sangat terbatas,” tutur mantan pelatih Atalanta itu.
Meski begitu, Roma tetap mampu menjaga performa hingga garis akhir musim. Konsistensi dalam tujuh laga penutup menjadi pembeda yang akhirnya mengantar mereka kembali ke panggung Liga Champions.
Sumber: ANTARA
Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.
Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

