Pelatih timnas Indonesia John Herdman menyoroti potensi Dony Tri Pamungkas pada Kamis, 26 Maret 2026, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Sorotan itu disampaikan menjelang pertandingan FIFA Series 2026 melawan St Kitts and Nevis. Dony masuk dalam rencana regenerasi skuad untuk agenda internasional timnas Indonesia.
Dony Tri Pamungkas yang kini membela Persija Jakarta menjadi satu dari tujuh pemain non-diaspora yang dipersiapkan Herdman untuk FIFA Series 2026. Enam nama lain adalah Cahya Supriadi, Nadeo Argawinata, Rizky Ridho, Beckham Putra Nugraha, Ramadhan Sananta, dan Yakob Sayuri.
Herdman mengatakan ia sudah beberapa kali memantau langsung permainan Dony. Dari pengamatannya, pelatih asal Kanada itu melihat perkembangan yang terus muncul dari pemain muda tersebut.
“Dari apa yang saya lihat, saya telah melihat Dony Tri bermain empat kali secara langsung. Setiap kali saya mempelajari sesuatu yang baru tentang dia dan penampilannya,” kata Herdman.
Menurut Herdman, Dony memiliki peluang untuk berkembang ke level yang lebih tinggi. Karena itu, ia menilai peran pelatih kepala penting untuk membantu proses perkembangan sang pemain.
“Dan dari apa yang saya lihat, saya pikir dia memiliki banyak potensi, potensi untuk pindah ke level berikutnya dalam permainan. Jadi sangat penting sebagai pelatih kepala agar saya bisa membantunya dalam perjalanannya,” katanya.
Herdman juga menegaskan usia bukan faktor utama dalam pemilihan pemain. Ia menyebut pemain muda yang dipanggil ke timnas Indonesia adalah mereka yang sudah memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan.
“Jika Anda cukup bagus, Anda cukup umur,” katanya.
Meski memberi perhatian khusus kepada Dony, Herdman menilai Indonesia masih memiliki banyak pemain muda lain yang layak diberi kesempatan. Ia pun menyiapkan langkah lanjutan untuk memantau lebih banyak pemain dalam waktu dekat.
Herdman mengatakan akan membentuk “skuad bayangan” yang dijadwalkan berkumpul pada Mei. Tim pelatih juga akan menggelar tambahan sesi latihan untuk kelompok U23 dan pemain senior saat proses seleksi menuju Piala Asean dimulai.
“Itu baru satu pemain yang saya lihat, tetapi para pemain di luar sana, saya akan memiliki “skuad bayangan” yang akan berkumpul pada Mei. Kami akan mengadakan pelatihan tambahan untuk grup U23 dan pemain senior saat kami mulai memilih untuk Piala Asean,” ucap Herdman.
Dalam kesempatan yang sama, Herdman menjelaskan fokus pemusatan latihan saat ini lebih banyak tertuju ke pemain-pemain yang bermain di Eropa. Ia berupaya membawa mereka pada jendela FIFA kali ini karena akses terhadap para pemain itu akan berbeda pada Juli akibat aturan FIFA.
“Dan saya pikir saya cukup terbuka tentang hal ini, pemusatan latihan ini memiliki fokus besar pada Eropa. Pemain-pemain dari Eropa, saya mencoba membawa mereka pada jendela FIFA ini, dengan mengetahui bahwa pada Juli, saya tidak akan memiliki akses ke para pemain ini karena aturan FIFA,” katanya.
Setelah periode Juli, Herdman menilai gambaran skuad akan semakin jelas untuk kebutuhan Piala Asia 2027. Ia ingin memanfaatkan dua sampai tiga jendela yang tersedia, serta kompetisi yang berjalan, untuk menguji seluruh pemain yang masuk pantauan.
“Jadi saya akan menggunakan pemain lokal di periode Juli, dan setelah Juli akan jelas siapa yang akan saya bawa ke Piala Asia (2027). Jadi dua, tiga jendela yang kita miliki dan kompetisi memberi saya gambaran besar untuk menguji semua pemain kami untuk tahu siapa yang akan dibawa ke Piala Asia,” ujar sosok yang meloloskan timnas Kanada ke Piala Dunia 2022 itu.
Sumber: ANTARA News

