Sepakbola Indonesia

John Herdman Fokus Regenerasi Timnas Indonesia Menuju Piala Asia 2027 dan Piala Dunia 2030

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyiapkan cetak biru baru untuk skuad Garuda. Fokus utamanya adalah regenerasi pemain muda potensial sebagai bagian dari persiapan jangka menengah menuju Kualifikasi Piala Dunia 2030.

Langkah itu disiapkan setelah Indonesia gagal di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dalam rencana Herdman, pemantauan talenta muda domestik menjadi salah satu prioritas utama untuk membangun skuad dalam tiga tahun ke depan.

Turnamen terdekat seperti Piala AFF 2026 dan agenda FIFA Matchday Juni 2026 akan dimanfaatkan sebagai bagian dari proses seleksi. Herdman ingin melihat lebih banyak pemain muda mendapat kesempatan bermain di level yang lebih tinggi.

Baca juga: John Herdman Tegaskan Pemain Diaspora Tak Otomatis Masuk Timnas Indonesia

Herdman disebut menggantikan Patrick Kluivert sejak 3 Januari. Ia kemudian memimpin Timnas Indonesia pada debutnya di FIFA Series 2026 pada Maret lalu, dengan rata-rata usia skuad 25,7 tahun.

John Herdman Prioritaskan Talenta Muda Timnas Indonesia

Dalam wawancara khusus bersama Redaksi Olahraga ANTARA di Jakarta, Selasa (12/5), Herdman menegaskan bahwa perhatiannya tidak diarahkan kepada pemain senior. Ia lebih tertarik memantau pemain muda yang dinilai punya prospek untuk masa depan Timnas Indonesia.

“Saya tidak memantau pemain berusia 28 hingga 36 tahun meski mereka menawarkan sesuatu yang menarik. Saya begitu tertarik dengan talenta muda ini. Seperti yang anda bilang tadi, Doni Tri adalah salah satu contoh yang menarik perhatian dalam pemusatan latihan terakhir,” kata Herdman kepada ANTARA.

Herdman juga menempatkan ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 sebagai wadah penting bagi pemain muda. Turnamen yang dijadwalkan berlangsung mulai 24 Juli hingga 26 Agustus itu akan menjadi kesempatan untuk memberi menit bermain lebih besar kepada talenta domestik.

Baca juga  John Herdman Tegaskan Pemain Diaspora Tak Otomatis Masuk Timnas Indonesia

Salah satu contoh yang disebut Herdman adalah Alfahrezzi Buffon. Pemain berusia 19 tahun itu dinilai membutuhkan kesempatan bermain di standar tinggi setelah mendapatkan banyak menit bersama Borneo FC di kasta tertinggi liga.

“Kami ingin mengakselerasi pemain muda untuk mendapatkan jam terbang seperti (Alfahrezzi) Buffon, pemain berusia 19 tahun yang mendapatkan banyak menit bermain bersama Borneo FC yang berkompetisi di kasta tertinggi liga. Pemain seperti itu membutuhkan banyak kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya di standar tinggi. Dan sebagai pelatih, saya punya komitmen terhadapnya,” ujar Herdman.

Perpaduan Pemain Domestik dan Diaspora

Selain memberi ruang kepada pemain muda di kompetisi regional, Herdman juga ingin mendorong lebih banyak pemain Indonesia agar bisa berkarier di liga-liga top dunia. Ia mengaitkan rencana itu dengan pengalamannya saat menangani Alphonso Davies di Kanada.

Menurut Herdman, keberhasilan Davies menembus Bayern Muenchen dan meraih prestasi besar memberi dampak inspiratif bagi generasi muda Kanada. Ia melihat pengalaman tersebut sebagai gambaran pentingnya pemain panutan dalam pembangunan sepak bola nasional.

Saat ini, Indonesia memiliki sejumlah pemain diaspora di Eropa. Dalam sumber disebutkan beberapa nama seperti Jay Idzes di Sassuolo, Kevin Diks di Borussia Monchengladbach, hingga Maarten Paes di Ajax Amsterdam.

Herdman optimistis kombinasi pemain diaspora dan pemain domestik dapat memberi kekuatan bagi Timnas Indonesia. Ia menilai skuad Garuda membutuhkan pemain dengan kualitas taktis, sekaligus pemain yang memiliki daya juang besar untuk negara.

“Saya ingin mengkombinasikan pemain-pemain yang bersedia mati untuk negara ini, yang saya pikir kombinasi antara pemain domestik bersama pemain dengan kecerdikan taktis dari pemain diaspora yang bermain di Serie A atau Bundesliga,” ujar Herdman.

Baca juga  PSIM Yogyakarta incar poin saat menghadapi Dewa United di laga tandang

Persiapan Menuju Piala Asia 2027

Proses regenerasi ini juga diarahkan untuk menghadapi Piala Asia 2027. Pada turnamen tersebut, Indonesia berada di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand.

Herdman menilai persiapan menuju turnamen besar tidak bisa dilakukan secara instan. Dalam tayangan YouTube Antara TV Indonesia, ia menyebut proses tersebut membutuhkan cetak biru dan perencanaan matang.

“Ya, persiapan adalah rekayasa balik. Pertama, saya harus memahami siapa saja kumpulan pemain yang akan ada,” ujar Herdman.

Karena itu, Piala AFF 2026 akan menjadi panggung seleksi penting untuk pemain lokal. Herdman ingin memastikan pemain muda potensial mendapat ruang untuk menunjukkan kemampuan mereka.

“Jadi, sekarang saya punya kesempatan melalui Piala AFF untuk menilai pemain domestik. Saya ingin memastikan bahwa saya memberi kesempatan kepada pemain muda di turnamen itu,” jelas Herdman.

Ia juga memahami besarnya ekspektasi publik Indonesia untuk meraih gelar di Piala AFF. Namun, Herdman menekankan bahwa kemenangan tetap harus dicapai melalui proses pengembangan yang benar.

Di luar Piala AFF, Herdman juga menyiapkan agenda uji coba internasional. Pada FIFA Matchday Juni 2026, Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Oman dan Mozambik di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.

Herdman menilai laga melawan Oman penting karena Indonesia perlu belajar menghadapi tim dari kawasan Timur Tengah. Ia ingin skuad Garuda terbiasa menghadapi lawan dengan karakter berbeda sebelum memasuki turnamen besar berikutnya.

“Kami perlu belajar bagaimana mengalahkan tim-tim tersebut dan mendominasi mereka,” tutur Herdman.

Alfandi Alonzo

Alfandi Alonzo

Reporter

Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.