Shin Tae-yong Ingin Transfer Ilmu ke Timnas F7 Indonesia
Shin Tae-yong resmi menjadi penasihat teknik timnas Football 7 (F7) Indonesia pada Kamis, 30 April 2026, di Jakarta Selatan. Pada momen deklarasi Federasi F7 Indonesia itu, ia menyatakan ingin mentransfer ilmu kepada pemain-pemain muda di F7 Indonesia.
“Jadi, mungkin bisa menjadi dukungan yang baik untuk mentransfer ilmu saya kepada pemain-pemain muda di Football 7,” kata Shin Tae-yong.
Mantan pelatih timnas sepak bola Indonesia itu membawa bekal pengalaman selama lima tahun menangani skuad Merah Putih. Sejak datang pada awal 2020, Shin tidak hanya menangani tim senior. Ia juga memimpin tim U-19, U-20, dan U-23.
Dalam periode tersebut, Shin mencatat sejumlah capaian bersama Indonesia. Ia membawa tiga tim lolos ke Piala Asia, yakni U-20, U-23, dan senior. Indonesia juga finis peringkat keempat pada Piala Asia U-23 2024, lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, dan mencapai babak 16 besar Piala Asia 2023.
“Saya juga sudah banyak belajar juga bagaimana bisa mengembangkan pemain-pemain muda dengan baik dan dengan cara apa. Apalagi saya sudah pernah berada di timnas Indonesia U-20, U-23, dan juga senior,” ujar pelatih asal Korea Selatan itu.
Shin menilai ada dua aspek penting yang perlu dibenahi di F7 Indonesia, yaitu mental dan fisik pemain. Menurut dia, kualitas individu pemain sebenarnya sudah baik. Namun, kemampuan itu belum bisa keluar maksimal jika tidak didukung kondisi fisik yang memadai.
“Kemampuan individual mereka sangat baik, tetapi tidak ada fisik yang baik. Sehingga, tidak bisa mengeluarkan atau menampilkan yang terbaik, meskipun punya kemampuan yang bagus,” jelas pelatih berusia 55 tahun itu.
Ia juga melihat Football 7 memiliki karakter permainan yang berbeda. Lapangan yang lebih kecil membuat para pemain harus terbiasa tampil di ruang sempit. Karena itu, ia berharap proses pengembangan bisa berjalan bersama.
“Dengan berkembangnya Football 7 yang lapangannya kecil, dan mungkin, bermain di ruang yang lebih sempit. Sehingga, kita berkembang bersama.”
Shin mengatakan ajakan dari Ketua Federasi F7 Indonesia, Dudung Abdurachman, menjadi alasan dirinya menerima peran baru tersebut. Ia pun menegaskan akan bekerja maksimal untuk membantu perkembangan Football 7 di Indonesia.
“Karena adanya ajakan dari pak Dudung Abdurachman (Ketua Federasi F7 Indonesia) yang agresif, jadi saya sendiri pun akan berusaha semaksimal mungkin dengan agresif juga agar bisa mempermudah dan berkembang bersama di Football 7,” tambah dia.
Agenda terdekat timnas Indonesia F7 adalah tampil pada Intercontinental Cup di Roma, Italia. Turnamen itu akan berlangsung pada 30 Juli sampai 2 Agustus 2026. Ajang tersebut diselenggarakan oleh International Football 7 Federation (FIF7).
Menuju turnamen itu, timnas Indonesia F7 akan ditangani Socrates Matulessy sebagai pelatih kepala. Ia akan didampingi Difa Aryandra Zhafran sebagai asisten pelatih, Alfonsius Kelvan sebagai pelatih kiper, Reyhan Airlangga sebagai strength and conditioning coach, Asep Aziz sebagai fisioterapis, dan Yusuf Maulana sebagai additional coaching staf.
Socrates menjelaskan, peran Shin dalam persiapan tim terdekat adalah membantu menentukan kriteria pemain yang dibutuhkan. Nantinya, proses pemilihan pemain tetap dilakukan olehnya berdasarkan arahan dari Shin.
“Mungkin kalau milih pemain, nanti yang milih mungkin saya, tapi dari kriteria beliau. Yang dia bilang kriteria seperti ini, ini, ini, baru saya lihat tuh di lapangan seperti apa baru saya lapor lagi ke dia gitu,” kata Socrates.
Socrates menilai kehadiran Shin dapat memberi dampak positif bagi perkembangan mini soccer di Indonesia. Ia menyebut pengalaman dan filosofi sepak bola milik Shin bisa membantu Football 7 berkembang lebih baik.
“Jadi bantuan dari Coach Shin ini menurut saya sih bagus banget untuk perkembangan mini soccer di Indonesia karena dia punya pengalaman, punya filosofi di sepak bola mungkin bisa membawa mini soccer ini bisa lebih baik lagi ke depannya,” jelas pelatih yang dulunya pemain timnas futsal Indonesia itu.
Sumber: ANTARA

