Timnas Indonesia kalah 0-1 dari Bulgaria pada final FIFA Series 2026 Grup Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin malam. Satu-satunya gol pada laga itu dicetak Marin Petkov lewat penalti pada menit ke-38.
Hasil ini didapat saat Indonesia justru tampil dominan sepanjang pertandingan. Pasukan John Herdman berani meladeni Bulgaria, yang memiliki peringkat FIFA lebih baik.
Pada awal laga, Indonesia mampu mengimbangi permainan lawan. Tim Merah Putih beberapa kali mencoba menyerang lewat lebar lapangan, tetapi sulit menembus kotak penalti Bulgaria.
Bulgaria tampil pragmatis dan disiplin dalam bertahan. Tim Eropa itu lebih banyak menunggu di area sendiri dan mengandalkan serangan balik.
Indonesia sempat mendapat momen saat Ole Romeny menggiring bola dari lapangan tengah. Laju Ole dihentikan pelanggaran Martin Georgiev yang berujung kartu kuning.
Petaka bagi Indonesia datang pada menit ke-35. Wasit Nazmi Nasaruddin meninjau VAR untuk memeriksa kontak Kevin Diks dengan Zdravko Dimitrov di kotak terlarang.
Setelah pengecekan, wasit memutuskan Kevin Diks melanggar Dimitrov. Bulgaria pun mendapat hadiah penalti.
Marin Petkov yang maju sebagai algojo menuntaskan tugasnya pada menit ke-38. Tembakannya mengarah ke sisi kanan gawang Indonesia dan gagal dihentikan Emil Audero.
Skor 1-0 untuk Bulgaria bertahan hingga babak pertama usai. Indonesia tertinggal meski lebih banyak menguasai jalannya laga.
Memasuki babak kedua, John Herdman langsung melakukan perubahan. Ivar Jenner masuk menggantikan Ramadhan Sananta.
Bulgaria sempat tampil lebih menyerang setelah jeda. Mereka memperoleh peluang saat Emil Audero gagal menangkap tendangan sudut dengan sempurna.
Bola lalu mengarah ke Martin Minchev yang melepaskan tembakan ke gawang kosong. Namun, Justin Hubner masih bisa melakukan blok penting.
Pada menit ke-58, Herdman kembali mengganti pemain. Elkan Baggott dan Eliano Reijnders masuk menggantikan Nathan Tjoe-A-On dan Ragnar Oratmangoen.
Indonesia lalu mendapat peluang dari lemparan ke dalam panjang Kevin Diks. Sundulan membelakangi gawang dari Elkan Baggott sempat mengarah ke gawang, tetapi dibuang pemain Bulgaria sebelum melewati garis.
Meski demikian, Elkan lebih dulu dinilai melakukan pelanggaran. Peluang itu pun tidak berbuah gol penyeimbang.
Peluang terbaik Indonesia hadir pada menit ke-72. Ole Romeny menerima bola panjang, lalu mencungkil bola di kotak penalti, tetapi bola membentur mistar gawang.
Indonesia terus menekan pada fase akhir pertandingan. Dony Tri Pamungkas masuk pada menit ke-73 dan hampir langsung memberi dampak lewat umpan silang ke mulut gawang.
Tidak lama kemudian, Beckham Putra Nugraha juga dimasukkan sebagai pemain pengganti. Namun, pertahanan low block Bulgaria tetap sulit ditembus.
Bulgaria sempat mengancam lagi pada menit ke-81. Vladimir Nikolov mengecoh Elkan dan melepaskan tembakan, tetapi Emil Audero masih sigap menepis bola.
Peluang terakhir Indonesia datang dari Rizky Ridho. Bek Indonesia itu maju ke depan, menerima umpan, lalu melepaskan tembakan yang ditepis Dimitar Mitov sebelum bola kembali mengenai mistar gawang Bulgaria.
Hingga peluit panjang berbunyi, skor 0-1 tidak berubah. Indonesia pun harus mengakui keunggulan Bulgaria pada final FIFA Series 2026 Grup Indonesia.
Susunan pemain Indonesia: Emil Audero, Kevin Diks, Jay Idzes, Rizky Ridho, Justin Hubner, Calvin Verdonk, Nathan Tjoe-A-On, Joey Pelupessy, Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny, Ramadhan Sananta. Pelatih: John Herdman.
Susunan pemain Bulgaria: Dimitar Mitov, Teodor Ivanov, Andrian Kraev, Zdravko Dimitrov, Filip Krastev, Petko Hristov, Marin Petkov, Martin Minchev, Martin Georgiev, Dimitar Velkovski, Christian Stoyanov. Pelatih: Aleksandar Dimitrov.
Sumber: ANTARA
Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.
Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

