Napoli Ditahan Fiorentina 1-1 setelah Gagal Mempertahankan KeunggulanDaftar 5 kiper paling berpengaruh dalam sejarah Barcelona: dari Victor Valdes hingga Marc-Andre ter StegenRaphinha cetak hattrick, Barcelona taklukkan Sevilla 3-1 di laga lanjutan LaLigaArsenal kalah 0-3 saat bertandang ke markas Brighton dalam lanjutan kompetisi InggrisAS Roma Ditahan Inter Milan di Olimpico, Kedua Tim Berbagi Poin dalam Laga Serie ABarcelona Siapkan Perpanjangan Kontrak Raphinha usai Tampil Konsisten Musim IniTottenham belum menang dalam beberapa laga terakhir setelah kalah 2-3 dari Aston VillaChelsea Kalah 0-3 dari Brentford, Gagal Membendung Tekanan Sepanjang LagaElche Keluar dari Zona Degradasi usai Menang 3-1 atas EspanyolMonza Raih Kemenangan Perdana usai Menundukkan Sassuolo 2-1Napoli Ditahan Fiorentina 1-1 setelah Gagal Mempertahankan KeunggulanDaftar 5 kiper paling berpengaruh dalam sejarah Barcelona: dari Victor Valdes hingga Marc-Andre ter StegenRaphinha cetak hattrick, Barcelona taklukkan Sevilla 3-1 di laga lanjutan LaLigaArsenal kalah 0-3 saat bertandang ke markas Brighton dalam lanjutan kompetisi InggrisAS Roma Ditahan Inter Milan di Olimpico, Kedua Tim Berbagi Poin dalam Laga Serie ABarcelona Siapkan Perpanjangan Kontrak Raphinha usai Tampil Konsisten Musim IniTottenham belum menang dalam beberapa laga terakhir setelah kalah 2-3 dari Aston VillaChelsea Kalah 0-3 dari Brentford, Gagal Membendung Tekanan Sepanjang LagaElche Keluar dari Zona Degradasi usai Menang 3-1 atas EspanyolMonza Raih Kemenangan Perdana usai Menundukkan Sassuolo 2-1
DPR dorong pembinaan suporter diutamakan untuk mencegah kericuhan sepak bola
Sepakbola Indonesia

DPR dorong pembinaan suporter diutamakan untuk mencegah kericuhan sepak bola

Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga serta PSSI mengutamakan pembinaan untuk mencegah kericuhan suporter sepak bola Indonesia. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026. Permintaan itu muncul setelah sejumlah insiden kembali mewarnai kompetisi Liga Indonesia.

Esti menegaskan pendekatan terhadap persoalan suporter tidak boleh hanya bertumpu pada hukuman. Ia meminta pembinaan dan perubahan budaya sepak bola nasional ikut dijalankan. Menurut dia, langkah itu penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.

“Ke depan, pendekatan yang dibangun tidak boleh hanya berorientasi pada hukuman, tetapi juga pembinaan dan transformasi budaya sepak bola nasional,” kata Esti Wijayati dikutip dari laman media sosial resmi DPR RI di Jakarta, Rabu.

Ia menyoroti beberapa insiden yang terjadi belakangan ini. Salah satunya kerusuhan suporter dan perusakan fasilitas usai laga Persipura lawan Adhyaksa di Stadion Lukas Enembe, Jayapura. Selain itu, ada penyalaan flare yang mengganggu keamanan laga di Sleman, Yogyakarta.

Komisi X DPR RI menaruh perhatian serius terhadap kejadian tersebut. Insiden-insiden itu dinilai berpotensi mencoreng citra sepak bola nasional. Kondisi itu juga terjadi saat tata kelola kompetisi masih dalam proses pembenahan pascaevaluasi FIFA.

Esti menilai pembenahan sistem keamanan pertandingan harus terus diperkuat. Tujuannya agar sepak bola Indonesia berjalan profesional dan tetap kondusif. Ia juga menekankan energi besar suporter dan generasi muda harus diarahkan ke hal positif.

Menurut Esti, dukungan suporter seharusnya menjadi kekuatan untuk membangun sepak bola nasional yang berprestasi. Karena itu, ia mendorong pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga melakukan evaluasi terhadap tata kelola kompetisi nasional. Evaluasi itu dinilai penting untuk memperbaiki pengawasan dan sistem keamanan pertandingan.

Selain evaluasi, Komisi X juga meminta sanksi tegas dijatuhkan kepada pihak yang lalai. Pengawasan federasi juga diminta ditinjau ulang efektivitasnya. Langkah itu diharapkan bisa memastikan pengamanan pertandingan berjalan optimal.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI lainnya, Lalu Hadrian Irfani, juga meminta langkah evaluasi total bila memang dibutuhkan. Ia ingin persoalan berulang dalam sepak bola Indonesia bisa segera diselesaikan. Menurut dia, evaluasi terhadap pengurus perlu dilakukan jika masalah tak kunjung tuntas.

“Kalau memang pengurus harus dievaluasi total, ya evaluasi pengurusnya supaya selesai. Kemenpora harus mengevaluasi pengurus PSSI Ya, kalau ternyata kepengurusan hari ini dianggap tidak mampu menuntaskan persoalan sepak bola Indonesia,” katanya.

Lalu Hadrian Irfani juga meminta PSSI mengambil tindakan tegas kepada klub yang melakukan kerusuhan. Bentuknya bisa berupa skorsing maupun hukuman lain. Langkah itu dinilai perlu agar ada efek jera dan kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Sumber: ANTARA

Tinggalkan Komentar