Erick Thohir Paparkan Transformasi Sepak Bola dalam Program FIFA Campus
Sepakbola Indonesia

Erick Thohir Paparkan Transformasi Sepak Bola dalam Program FIFA Campus

Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir memaparkan transformasi sepak bola Indonesia dalam acara FIFA Campus Executive Programme, Rabu, di Jakarta. Paparan itu disampaikan melalui video yang diunggah di media sosialnya dan dipantau pada Rabu, 8 April 2026.

Erick menjelaskan, transformasi yang sedang dijalankan PSSI berfokus pada penguatan tata kelola, perbaikan profesionalisme, dan pembangunan kepercayaan. Langkah itu disebut penting untuk menumbuhkan ekosistem sepak bola nasional.

“Di Indonesia kami sedang dalam perjalanan menuju transformasi. Kami sedang memperkuat tata kelola, memperbaiki profesionalisme, dan membangun kepercayaan dalam sepak bola agar dapat menumbuhkan ekosistem ini,” kata Erick Thohir.

Menurut Erick, perjalanan transformasi itu menghadirkan satu pelajaran penting. Ia menilai tata kelola bukan semata soal kontrol, melainkan kejelasan tujuan.

“Kejelasan dari suatu aturan, peran, dan tujuan dalam arti sebuah kepemimpinan,” katanya.

Ia menambahkan, kejelasan itu harus terlihat dari cara PSSI beroperasi. Organisasi, menurut dia, perlu dibangun di atas tiga prinsip utama, yakni transparansi, profesionalisme, dan integritas.

Erick menilai transparansi akan membangun kredibilitas. Profesionalisme disebutnya mendorong kinerja, sedangkan integritas tidak bisa ditawar.

Ia juga menekankan bahwa sepak bola digerakkan oleh semangat dan dijaga oleh prinsip. Karena itu, kepemimpinan yang berintegritas dan tata kelola yang transparan dinilai penting untuk menjaga masa depan sepak bola.

Dalam kesempatan tersebut, Erick mengatakan PSSI merasa terhormat karena FIFA Campus Executive Programme membahas tata kelola yang baik. Program itu diikuti oleh 23 anggota asosiasi dari Asia dan Oceania.

Ia menyebut kegiatan itu mengingatkan semua pihak pada satu hal mendasar. Menurut dia, sepak bola tidak hanya dimainkan di lapangan, tetapi juga harus dipimpin dengan baik di luar lapangan.

Baca juga  Bhayangkara FC bangkit dan kalahkan PSIM dengan skor 2-1 dalam laga kompetisi

Erick menegaskan, tanggung jawab PSSI sebagai anggota FIFA tidak berhenti pada penyelenggaraan kompetisi. Ada tanggung jawab yang lebih besar dalam menjaga nilai-nilai dasar sepak bola.

“Kami bertanggung jawab untuk menjunjung tinggi integritas, transparansi, akuntabilitas, dan memastikan sepak bola tetap adil, inklusif, dan bisa dipercaya oleh komunitas kita,” katanya.

Pernyataan itu menegaskan arah transformasi yang sedang dibangun PSSI. Fokusnya tidak hanya pada pertandingan, tetapi juga pada fondasi organisasi yang menopang sepak bola Indonesia.

Dengan penekanan pada tata kelola, profesionalisme, dan integritas, PSSI ingin memastikan ekosistem sepak bola nasional berkembang dalam jalur yang lebih tertata. Erick juga menempatkan kepercayaan publik sebagai bagian penting dari proses tersebut.

Sumber: ANTARA

Alfandi Alonzo

Alfandi Alonzo

Reporter

Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

Tinggalkan Komentar