AFC Kecewa Tak Dilibatkan dalam Pembahasan Proposal Baru FIFAJohn Stones Resmi Bergabung dengan Inter Milan, Perkuat Lini Belakang Musim IniUEFA Ancam Boikot Piala Dunia jika FIFA Tetap Menjual SahamRaul Asencio Cedera saat Latihan Pramusim Real Madrid, Kondisinya Dalam Pemantauan Tim MedisChelsea Resmi Umumkan Maxence Lacroix sebagai Rekrutan Baru untuk Memperkuat Lini BelakangFIFA Selidiki AFA dan Sejumlah Pemain Argentina terkait Dugaan Pelanggaran di Piala DuniaWirtz dan Isak Dipastikan Tampil saat Menghadapi Leeds UnitedMancini Bidik Timnas Italia Kembali Meraih Trofi di Turnamen InternasionalInfantino tegaskan rencana FIFA menjual saham Piala Dunia bukan kewajibanTimnas Prancis Resmikan Logo Baru sebagai Identitas Visual Federasi Sepak Bola NasionalAFC Kecewa Tak Dilibatkan dalam Pembahasan Proposal Baru FIFAJohn Stones Resmi Bergabung dengan Inter Milan, Perkuat Lini Belakang Musim IniUEFA Ancam Boikot Piala Dunia jika FIFA Tetap Menjual SahamRaul Asencio Cedera saat Latihan Pramusim Real Madrid, Kondisinya Dalam Pemantauan Tim MedisChelsea Resmi Umumkan Maxence Lacroix sebagai Rekrutan Baru untuk Memperkuat Lini BelakangFIFA Selidiki AFA dan Sejumlah Pemain Argentina terkait Dugaan Pelanggaran di Piala DuniaWirtz dan Isak Dipastikan Tampil saat Menghadapi Leeds UnitedMancini Bidik Timnas Italia Kembali Meraih Trofi di Turnamen InternasionalInfantino tegaskan rencana FIFA menjual saham Piala Dunia bukan kewajibanTimnas Prancis Resmikan Logo Baru sebagai Identitas Visual Federasi Sepak Bola Nasional
AFC Kecewa Tak Dilibatkan dalam Pembahasan Proposal Baru FIFA
Piala Dunia

AFC Kecewa Tak Dilibatkan dalam Pembahasan Proposal Baru FIFA

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyatakan kecewa pada Jumat, 31 Juli 2026, di Jakarta, karena tidak diberi kesempatan membahas proposal baru FIFA. Proposal itu terkait pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE) yang memuat rencana penjualan saham turnamen Piala Dunia kepada swasta.

AFC menegaskan pihaknya tidak pernah dimintai pendapat sebelum isu tersebut menjadi perhatian publik. Organisasi itu menilai persoalan sepenting ini seharusnya dibahas lebih dulu melalui jalur tata kelola yang telah ditetapkan.

“AFC tidak dimintai pendapat mengenai proposal (FFE) tersebut dan kecewa bahwa masalah sepenting ini menjadi perhatian publik sebelum keluarga AFC diberi kesempatan untuk memeriksa dan mendiskusikannya melalui saluran tata kelola yang tepat dan telah ditetapkan,” demikian pernyataan AFC dalam laman resminya yang dipantau di Jakarta, Jumat.

AFC menyebut upaya mencari pendekatan inovatif untuk memperkuat masa depan sepak bola global memang penting. Namun, inisiatif sebesar pembentukan FFE dinilai harus berpijak pada tata kelola yang baik, transparansi, dan konsultasi yang bermakna.

Menurut AFC, keputusan yang dapat mengubah masa depan komersial dan keuangan sepak bola memerlukan keterlibatan konfederasi, asosiasi anggota, dan pemangku kepentingan lain. Keterlibatan itu harus dilakukan sebelum proposal diajukan kepada badan pengambil keputusan yang sesuai.

AFC juga menekankan semua pemangku kepentingan harus memperoleh informasi yang cukup. Mereka juga perlu diberi waktu memadai untuk menilai implikasi tata kelola, hukum, komersial, dan strategis dari proposal tersebut.

Organisasi itu menilai proses tersebut penting agar setiap keputusan benar-benar mencerminkan kepentingan kolektif komunitas sepak bola global. AFC juga menyebut langkah itu akan memperkuat kepercayaan terhadap kerangka tata kelola FIFA.

Sebagai salah satu dari enam konfederasi sepak bola dunia, AFC menegaskan komitmennya terhadap pertumbuhan sepak bola global yang berkelanjutan. Karena itu, AFC meminta proses pembahasan proposal dilakukan secara terbuka dan sesuai mekanisme.

Sementara itu, Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan rencana pembentukan anak perusahaan swasta untuk menjual saham Piala Dunia bukan sebuah kewajiban. Ia menyebut FFE hanya sebatas proposal yang menjadi bagian dari proses konsultasi.

“FFE sejatinya adalah sebuah proposal, sebuah tawaran. Itu merupakan bagian dari proses demokratis, sebuah proses konsultasi, dan yang terpenting, itu adalah sebuah peluang, bukan kewajiban,” kata Infantino.

Infantino menambahkan rencana pembentukan anak perusahaan swasta untuk mengelola hak komersial kompetisi-kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, merupakan peluang emas. Menurut dia, langkah itu bisa mempercepat pengembangan sepak bola di seluruh dunia.

Meski begitu, Infantino kembali menegaskan bahwa proposal tersebut hanyalah sebuah tawaran. Proposal itu disebut bukan kewajiban bagi asosiasi anggota FIFA.

Sumber: ANTARA News

Tinggalkan Komentar