TVRI Jadikan Standar G20 sebagai Acuan Pengelolaan Media Center Piala Dunia 2026
Sepakbola Indonesia

TVRI Jadikan Standar G20 sebagai Acuan Pengelolaan Media Center Piala Dunia 2026

TVRI menjadikan media center Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Indonesia 2022 sebagai acuan untuk menyiapkan media center selama Piala Dunia 2026. Hal itu disampaikan di Jakarta, Senin, 30 Maret 2026. Acuan tersebut dipakai untuk mendukung kerja jurnalistik sepanjang turnamen berlangsung.

Koordinator Media Center Siaran Piala Dunia 2026 TVRI Ezki Suyanto mengatakan keputusan itu diambil setelah TVRI berdiskusi internal. Menurut dia, keberhasilan media center KTT G20 menjadi rujukan utama dalam penyusunan konsep media center Piala Dunia.

“Berkaca pada keberhasilan media center KTT G20, kami di TVRI telah berdiskusi dan memutuskan untuk menjadikannya sebagai acuan dalam menyiapkan media center Piala Dunia,” ujar Koordinator Media Center Siaran Piala Dunia 2026 TVRI Ezki Suyanto, dikutip dari keterangan resmi PSSI, Senin.

Pada KTT G20, media center beroperasi pada 13–17 November 2022. Fasilitas itu dinilai sebagai salah satu yang terbaik selama penyelenggaraan kegiatan. Ruangannya mampu menampung 1.500 jurnalis.

Media center KTT G20 dilengkapi layar LED besar, akses internet cepat, perangkat komputer, dan ruang siaran. Selain itu, tersedia petugas informasi, ruang makan, hingga tempat refleksi. Fasilitas tersebut juga terhubung dengan situs yang menyediakan rilis, bank foto, dan video siap pakai.

Keberadaan media center itu disebut mendapat banyak apresiasi dari jurnalis nasional dan internasional. Karena itu, TVRI mengadopsi standar serupa untuk kebutuhan liputan Piala Dunia 2026. Meski begitu, kapasitas ruang yang disiapkan lebih kecil.

“Skala kapasitasnya memang lebih kecil dibandingkan G20. Namun dari sisi fasilitas dan cara kerja, kami mengadopsi standar yang sama,” kata Ezki yang saat KTT G20 menjabat sebagai koordinator media center.

Ezki menyebut media center Piala Dunia 2026 milik TVRI nantinya dapat melayani 200-250 jurnalis. TVRI berharap fasilitas itu membantu media memperoleh informasi dengan cepat dan akurat. TVRI juga ingin menghadirkan pengalaman peliputan yang berbeda dari penyiaran Piala Dunia sebelumnya.

“TVRI ingin mengajak rekan-rekan media untuk bisa memberikan wow effect (efek kejut) pada produk rilis dan konten yang dihasilkan. Sebab, media center TVRI akan menyajikan informasi yang tidak hanya berfokus pada pertandingan. Akan ada berbagai konten cerita di baliknya, seperti suasana masyarakat sekitar stadion, cerita dari suporter, hingga momen-momen saat pelatih memberikan instruksi dan marah-marah di ruang ganti tim. Seluruh materi ini dapat diakses melalui media center,” tutur Ezki.

Selain mengakses materi pendukung, jurnalis juga dapat berdiskusi dan melakukan wawancara dengan komentator sepak bola yang hadir di setiap pertandingan. Langkah itu diharapkan dapat memperkaya sudut pandang pemberitaan. TVRI menyiapkan media center sebagai pusat produksi dan peliputan selama 24 jam.

“Nantinya media center akan beroperasi selama 24 jam sebagai pusat produksi dan peliputan. TVRI sangat terbuka dan siap menyambut kehadiran teman-teman jurnalis dari berbagai media,” kata Ezki.

Sebelumnya, dalam konferensi pers Piala Dunia pada 25 Maret 2026, Plt. Direktur Utama TVRI Rika Damayanti menjelaskan media center TVRI akan dibuka pada 11 Juni-19 Juli 2026. Masa operasional itu mengikuti durasi turnamen Piala Dunia 2026.

“Media center ini adalah bagian yang kami bangun untuk menjadi tempat bekerja kawan-kawan media pada saat nanti pertandingan mulai dari Juni sampai dengan Juli,” ujar Rika.

TVRI juga akan memberlakukan sistem registrasi bagi jurnalis yang ingin mengakses media center. Undangan resmi lebih dulu dikirim kepada pimpinan media. Setelah itu, masing-masing media dapat mengirimkan perwakilan yang ditugaskan bekerja dari media center.

Sumber: ANTARA

Tinggalkan Komentar