Sumber gambar: bola.com
Piala Dunia

Negara Terkecil di Piala Dunia: Cape Verde hingga Curaçao

Piala Dunia tidak hanya menjadi panggung bagi negara-negara besar dengan tradisi kuat. Dalam sejarah turnamen empat tahunan FIFA, sejumlah negara dengan populasi kecil juga pernah menembus putaran final dan mencuri perhatian.

Cape Verde menjadi salah satu sorotan terbaru. Negara yang juga dikenal sebagai Tanjung Verde itu tampil pada Piala Dunia 2026 dan langsung membuat kejutan ketika menahan imbang Spanyol 0-0 pada laga pertama Grup H di Atlanta Stadium, Senin (15/6/2026) malam WIB.

Hasil tersebut menarik perhatian karena Spanyol datang dengan deretan pemain top yang berkarier di liga-liga besar Eropa. Sementara itu, Cape Verde menjalani debutnya di panggung Piala Dunia setelah menjadi juara Grup D Kualifikasi Zona CAF.

Baca juga: Klasemen Piala Dunia 2026: Format Baru dan Hasil Awal Fase Grup

Namun, Cape Verde bukan satu-satunya negara kecil yang pernah tampil di Piala Dunia. Dilansir dari Planetfootball, berikut sejumlah negara dengan populasi kecil yang pernah lolos ke putaran final.

Negara Terkecil di Piala Dunia yang Pernah Mencuri Perhatian

Trinidad & Tobago menjadi salah satu cerita menarik dari Piala Dunia 2006. Negara dengan populasi sekitar 1,3 juta jiwa itu akhirnya lolos setelah beberapa kali gagal menembus putaran final.

Langkah Trinidad & Tobago saat itu disambut meriah di kawasan Karibia. Mereka bahkan mampu menahan imbang Swedia tanpa gol pada laga pembuka. Swedia ketika itu diperkuat nama-nama besar seperti Henrik Larsson dan Zlatan Ibrahimovic.

Pada pertandingan berikutnya, Inggris membutuhkan dua gol pada menit-menit akhir untuk menghindari hasil imbang. Perjalanan Trinidad & Tobago kemudian berakhir setelah kalah dari Paraguay.

Paraguay juga masuk dalam daftar ini jika melihat konteks Piala Dunia 1930. Jumlah penduduk Paraguay saat itu tidak diketahui secara pasti karena sensus yang gagal dan pecahnya perang pada 1932.

Namun, berdasarkan data sensus 1924 dan 1936, populasi Paraguay diperkirakan masih berada di bawah satu juta jiwa. Pada debutnya di Piala Dunia, La Albirroja mengalahkan Belgia dan kalah dari Amerika Serikat.

Sejak saat itu, Paraguay telah lolos ke delapan edisi Piala Dunia berikutnya, termasuk Piala Dunia 2026. Kini, Paraguay memiliki sekitar 7,2 juta penduduk dan tetap disebut sebagai salah satu kekuatan sepak bola yang konsisten di Amerika Selatan.

Cape Verde Menahan Spanyol di Piala Dunia 2026

Cape Verde memiliki populasi sekitar 528 ribu jiwa. Negara kepulauan di tengah Samudra Atlantik itu menjalani debut Piala Dunia pada 2026 setelah tampil kuat di kualifikasi zona Afrika.

Salah satu kisah penting Cape Verde terjadi ketika mereka mengalahkan Kamerun dalam persaingan menuju putaran final. Berdasarkan luas daratan, Cape Verde disebut sebagai negara terkecil yang pernah bermain di putaran final. Dari sisi populasi, mereka menjadi negara terkecil kedua dalam daftar tersebut.

Debut Cape Verde semakin berkesan karena mereka mampu menahan Spanyol 0-0 pada pertandingan pembuka. Tim berjuluk Blue Sharks itu tampil disiplin dan membuat salah satu unggulan turnamen gagal meraih kemenangan.

Islandia sebelumnya juga pernah menjadi cerita besar di sepak bola internasional. Setelah dikenal luas karena mengalahkan Inggris pada Euro 2016 dan mencapai perempat final, Islandia kemudian lolos ke Piala Dunia 2018.

Dengan populasi sekitar 340 ribu jiwa, Islandia menjadi peserta Piala Dunia terkecil sepanjang sejarah ketika tampil di Rusia. Mereka lolos setelah memimpin grup kualifikasi yang berisi Kroasia, Turki, dan Ukraina.

Di Piala Dunia 2018, Islandia membuka perjalanan dengan hasil imbang melawan Argentina. Namun, kekalahan dari Nigeria dan Kroasia membuat mereka harus tersingkir pada fase grup.

Curaçao menjadi nama lain dalam daftar negara kecil yang tampil di Piala Dunia. Dengan populasi sekitar 185 ribu jiwa, negara Karibia itu tercatat sebagai negara berpenduduk paling sedikit yang tampil di Piala Dunia 2026.

Curaçao dipimpin pelatih veteran Dick Advocaat dan diperkuat banyak pemain keturunan Belanda. Pada laga perdana, mereka kalah 1-7 dari Jerman, tetapi sempat mencuri perhatian karena mampu menyamakan kedudukan.

Bagi negara dengan jumlah penduduk yang setara kota kecil di Eropa, kesempatan mencetak gol dan bersaing di panggung terbesar sepak bola dunia menjadi momen penting dalam sejarah mereka.