Real Madrid Anggap Duel Kontra Bayern sebagai Laga Penentu Menuju Final
Liga Champions

Real Madrid Anggap Duel Kontra Bayern sebagai Laga Penentu Menuju Final

Jude Bellingham menilai laga Real Madrid melawan Bayern Muenchen pada Kamis (16/4) dini hari WIB di Stadion Allianz Arena, Munich, seperti partai final. Gelandang Real Madrid itu menegaskan timnya harus tampil maksimal pada leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026. Madrid datang dalam posisi tertinggal agregat setelah kalah 1-2 pada leg pertama di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid.

Bellingham menyebut pertandingan tersebut akan berjalan sangat berat bagi timnya. Meski demikian, pemain asal Inggris itu menegaskan Real Madrid tidak datang dengan mental menyerah. Ia menilai situasi saat ini membuat laga kontra Bayern Muenchen terasa seperti penentuan musim.

“Itu akan menjadi duel yang sangat panjang. kami harus memulai dengan kuat. Setiap kekalahan adalah bencana, dan dalam posisi kami sekarang, ini adalah final,” ujar Bellingham.

Real Madrid masih memburu gelar pada musim ini. Karena itu, Bellingham menegaskan timnya tidak ingin menutup musim tanpa trofi. Los Blancos masih berjuang dalam perebutan gelar Liga Champions dan Liga Spanyol.

“Kami bertanding untuk mengejar juara. Jadi kami akan memberikan semuanya untuk menang,” tutur Bellingham.

Selain membahas duel melawan Bayern Muenchen, Bellingham juga memastikan kondisinya sudah pulih sepenuhnya. Ia mengatakan fisiknya kini sudah 100 persen setelah sempat mengalami cedera hamstring. Cedera itu membuatnya menepi sejak Februari sampai pekan ketiga Maret 2026.

Bellingham mengakui masa pemulihan tersebut sempat membuatnya frustrasi. Menurut dia, tantangan terberat bukan hanya pulih secara fisik, tetapi juga menyiapkan mental untuk kembali bermain. Namun, menit bermain yang didapat perlahan mengembalikan rasa percaya dirinya.

“Fase tersulit dari cedera adalah menyiapkan mental untuk pertandingan setelah pulih. Namun, begitu mendapatkan menit bermain, itu meningkatkan kepercayaan dan performa saya secara bertahap,” tutur dia.

Real Madrid memang harus waspada menghadapi Bayern Muenchen. Klub asal Spanyol itu berpotensi tersingkir oleh wakil Jerman tersebut di fase gugur Liga Champions untuk pertama kalinya sejak musim 2011/2012. Saat itu, Madrid terhenti di semifinal setelah kalah adu penalti pada leg kedua.

Meski begitu, catatan pertemuan dalam beberapa musim terakhir cukup memihak Real Madrid. Pada empat duel sebelumnya di Liga Champions, yakni musim 2013/2014, 2016/2017, 2017/2018, dan 2023/2024, Madrid selalu mampu menyingkirkan Bayern Muenchen. Rekor itu menjadi modal penting jelang laga di Allianz Arena.

Tekanan besar kini berada di kubu Real Madrid karena harus membalikkan agregat di kandang lawan. Pernyataan Bellingham menunjukkan besarnya arti pertandingan tersebut bagi timnya. Bagi Madrid, duel di Munich bukan sekadar leg kedua, melainkan laga yang diperlakukan layaknya final.

Sumber: ANTARA News

Tinggalkan Komentar