PSSI memberi lampu hijau kepada I.League untuk meniadakan larangan suporter away pada musim kompetisi 2026/2027. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menekankan satu syarat utama: klub harus bertanggung jawab secara menyeluruh.
Erick menyampaikan sikap PSSI itu di SCTV Tower, Jakarta Pusat, Senin (6/7/2026), setelah menghadiri jumpa pers Piala Presiden 2026. Kabar ini menjadi perhatian besar karena kompetisi Indonesia dalam beberapa musim terakhir tidak mengizinkan kehadiran suporter tim tandang.
PSSI Minta Klub Bertanggung Jawab atas Suporter Away
I.League telah mempresentasikan rencana kelonggaran terkait suporter away kepada PSSI. Erick menyebut PSSI memberi ruang untuk rencana tersebut, tetapi ia tidak melepas tanggung jawab dari klub peserta kompetisi.
Liga kemarin sudah presentasi ke kami ke PSSI, bahwa ada nanti kelenturan mengenai supporter away. Tetapi ada catatan. Tentu klub harus bertanggung jawab secara menyeluruh. Karena tidak mudah melobi FIFA,
Pernyataan itu menegaskan bahwa kembalinya suporter tim tamu tidak berdiri sebagai kebijakan tanpa batas. PSSI meminta liga dan klub menjaga keputusan tersebut agar tidak memunculkan masalah baru.
FIFA Masih Memberi Catatan untuk Sepak Bola Indonesia
Erick menyebut FIFA memberi catatan yang cukup kompleks kepada sepak bola Indonesia dalam urusan suporter. Ia juga mengingatkan bahwa FIFA bisa menarik kembali izin tersebut jika pelanggaran terkait suporter kembali terjadi.
Dalam konteks ini, PSSI menempatkan klub sebagai pihak yang harus mengelola konsekuensi keputusan tersebut. Erick meminta liga dan klub memahami bahwa PSSI sudah berupaya, sementara FIFA membuka ruang dengan catatan yang tetap harus semua pihak jaga.
Erick juga berharap semua pihak, termasuk suporter, ikut menjaga kelonggaran ini. Ia menekankan pentingnya keselamatan penonton dan menyampaikan keprihatinan terhadap tingginya kasus kekerasan di Indonesia saat ini.
Tragedi Kanjuruhan Jadi Latar Belakang Larangan Suporter Away
Larangan kehadiran suporter away muncul setelah Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022. Tragedi tersebut merenggut sekitar 135 korban jiwa.
Sejak peristiwa itu, kompetisi liga di Indonesia tidak mengizinkan kehadiran suporter tim tandang. Karena itu, rencana I.League untuk meniadakan larangan pada musim 2026/2027 membawa konsekuensi besar bagi klub, operator kompetisi, dan komunitas suporter.
Bagi suporter, kabar ini bukan hanya soal kembali mendukung tim di laga tandang. Kabar ini juga menuntut kedisiplinan kolektif agar setiap pertandingan berjalan aman dan setiap penonton bisa pulang dengan selamat.
Super League Mulai Setelah Agenda Timnas Indonesia
Musim baru sepak bola Indonesia akan berjalan pada September setelah agenda Timnas Indonesia di ASEAN Hyundai Cup 2026 berakhir. Kompetisi kasta pertama Super League memulai musim pada 4 September.
Sementara itu, kompetisi kasta kedua Championship memulai musim pada 18 September. Dengan jadwal tersebut, wacana kembalinya suporter away masuk ke fase penting menjelang bergulirnya kompetisi 2026/2027.
Rangkuman Poin Penting Suporter Away
PSSI memberi lampu hijau kepada I.League untuk meniadakan larangan suporter away musim 2026/2027.
Erick Thohir meminta klub bertanggung jawab secara menyeluruh.
FIFA memberi catatan kompleks dan bisa menarik kembali izin jika pelanggaran terkait suporter muncul.
Larangan suporter away berlaku setelah Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022.
Super League memulai musim pada 4 September, sedangkan Championship pada 18 September.
Kelonggaran suporter away kini bergantung pada tanggung jawab klub, operator kompetisi, dan perilaku suporter. PSSI sudah membuka jalan, tetapi Erick menegaskan keselamatan penonton tetap menjadi batas utama.
Sumber: ANTARA News
Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.
Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

