FIFA menyampaikan permohonan maaf pada Kamis, 6 Agustus 2026 di Jakarta, atas penanganan rencana penjualan saham komersial Piala Dunia. Permintaan maaf itu disampaikan meski jajaran direksi tetap menegaskan dukungan penuh kepada Presiden FIFA Gianni Infantino.
Permasalahan ini muncul setelah Infantino mengusulkan pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE). Skema itu dirancang untuk menjual sekitar 20 persen saham komersial Piala Dunia. Nilainya disebut mencapai 20 miliar dolar AS kepada investor.
Rencana tersebut kemudian dibatalkan FIFA. Keputusan itu diambil setelah muncul penolakan keras dari berbagai pihak. FIFA lalu mengirim surat permohonan maaf kepada Dewan FIFA dan asosiasi anggota.
“Kesalahan yang dibuat telah diakui, dan prosesnya, seharusnya ditangani secara berbeda,” tulis FIFA dalam pernyataan resminya.
Dalam pernyataan yang sama, FIFA menyebut langkah itu dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang. Namun, organisasi sepak bola dunia itu juga menegaskan sikap tegas terhadap kritik yang berkembang setelah wacana FFE mencuat.
“FIFA tidak akan lagi mentolerir serangan apa pun terhadap integritas, tata kelola yang baik, dan proses hukumnya, serta akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi dan menjaga nama baik serta reputasinya,” tulis FIFA.
Gelombang penolakan terhadap kepemimpinan Gianni Infantino datang dari sejumlah pemangku kepentingan sepak bola internasional. Salah satu yang bersuara keras adalah Asosiasi Liga Sepak Bola Eropa (UEFA). Mereka menuntut reformasi tata kelola secara menyeluruh di tubuh FIFA.
“Kini, lebih dari sebelumnya, FIFA membutuhkan reformasi tata kelola yang memastikan bahwa semua pemangku kepentingan terkait memiliki peran formal dalam keputusan yang menentukan masa depan olahraga kita,” tulis UEFA dalam keterangannya.
Kritik juga datang dari pejabat pemerintahan negara tuan rumah Piala Dunia 2026. Perdana Menteri Kanada Mark Carney secara terbuka menyatakan sudah tidak lagi menaruh kepercayaan pada kepemimpinan Infantino.
“Tentu saja, saya tidak memiliki kepercayaan terhadap Tuan Infantino,” kata Carney.
Penolakan terhadap rencana FFE tidak hanya datang dari UEFA. Concacaf juga disebut ikut menolak. Di internal FIFA, dinamika turut menguat setelah penasihat senior Carlos Cordeiro mengundurkan diri.
Selain itu, Kepala Pengembangan Sepak Bola Global Arsene Wenger juga menarik diri dari rencana FFE tersebut. Situasi ini memperlihatkan bahwa pembatalan penjualan saham komersial Piala Dunia memicu tekanan dari luar maupun dari dalam organisasi.
Meski begitu, FIFA dalam pernyataannya tetap menunjukkan dukungan direksi kepada Gianni Infantino. Di sisi lain, permintaan maaf resmi menjadi pengakuan bahwa proses penanganan isu itu tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Sumber: ANTARA
Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.
Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

