Mauricio Souza Minta Para Pemain Lebih Mengontrol Emosi saat Bertanding
Sepakbola Indonesia

Mauricio Souza Minta Para Pemain Lebih Mengontrol Emosi saat Bertanding

Mauricio Souza Minta Persija Kendalikan Emosi di Lapangan

Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza mengingatkan pemainnya untuk lebih mengontrol emosi jelang laga melawan Persebaya Surabaya, Jumat (10/4/2026), di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Peringatan itu disampaikan dalam jumpa pers pra-pertandingan BRI Super League 2025/2026. Duel pekan ke-27 tersebut akan dimainkan Sabtu (11/10) malam pukul 19.00 WIB.

Mauricio menyoroti catatan disiplin timnya yang masih buruk musim ini. Persija kini menjadi tim kedua dengan koleksi kartu merah terbanyak di BRI Super League 2025/2026. Dari 26 pertandingan, Macan Kemayoran sudah mengantongi delapan kartu merah.

Jumlah itu hanya terpaut satu kartu dari Arema, yang menjadi tim dengan kartu merah terbanyak. Situasi tersebut dinilai merugikan Persija dalam persaingan di papan atas klasemen. Mauricio pun menegaskan pentingnya menyelesaikan pertandingan dengan jumlah pemain lengkap.

“Kami selalu menekankan untuk memulai dan mengakhiri pertandingan dengan 11 pemain. Kami tahu kerugian yang kami alami akibat kartu merah,” kata Mauricio.

Jordi Amat menjadi pemain Persija dengan kartu merah terbanyak musim ini, yakni dua kali. Kartu merah terakhir Jordi didapat saat Persija kalah 2-3 dari tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC. Selain Jordi, enam pemain lain juga pernah diusir wasit.

Mereka adalah Allano, Rio Fahmi, Figo Dennis, Fabio Calonego, Bruno Tubarao, dan Aditya Warman. Deretan kartu merah itu memperlihatkan masalah disiplin yang belum terselesaikan di skuad Persija. Mauricio menilai persoalan itu bukan sekadar teknis pertandingan.

Dari delapan kartu merah yang diterima dalam delapan pertandingan, Persija mencatat tiga kekalahan, satu hasil imbang, dan tiga kemenangan. Persentase kekalahan saat tim menerima kartu merah mencapai 50 persen dari total enam kekalahan Persija musim ini. Angka itu menunjukkan besarnya dampak kartu terhadap hasil akhir pertandingan.

Baca juga  Bali United kalahkan Malut United 4-1 dalam lanjutan kompetisi nasional

Mauricio menyebut kurangnya kontrol emosi menjadi penyebab utama situasi tersebut. Menurut dia, kartu yang diterima timnya sering bukan karena pelanggaran taktis atau benturan keras. Hal itu justru muncul karena pemain gagal menjaga kendali di lapangan.

“Beberapa pertandingan gagal kami menangkan, bahkan hampir kehilangan hasil karena hal itu. Dan yang lebih buruk, kartu-kartu itu bukan karena pelanggaran taktis atau keras, tetapi karena kurangnya kontrol,” kata pelatih asal Brasil itu.

“Kami harus memahami betapa merugikannya hal itu bagi tim. Yang bisa kami lakukan adalah terus mengingatkan pemain agar lebih mengontrol emosi di lapangan,” kata dia.

Catatan kartu itu ikut memengaruhi posisi Persija di klasemen. Saat ini, Persija tertahan di peringkat ketiga dengan 52 poin. Mereka terpaut lima poin dari Borneo FC di posisi kedua dan sembilan poin dari Persib Bandung di puncak klasemen.

Dengan kondisi itu, Mauricio berharap timnya bisa tampil lebih disiplin saat menghadapi Persebaya Surabaya. Persija membutuhkan hasil maksimal, sekaligus harus menghindari kerugian akibat kehilangan pemain di tengah pertandingan.

Sumber: ANTARA News

Alfandi Alonzo

Alfandi Alonzo

Reporter

Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

Tinggalkan Komentar