TVRI membuka pendaftaran nonton bareng berlisensi Piala Dunia 2026 pada Senin, 27 April 2026, di Jakarta. Program ini dibuka untuk pelaku usaha, komunitas, dan pengelola fasilitas publik yang ingin menggelar nobar secara legal.
Lembaga Penyiaran Publik TVRI berstatus sebagai pemegang hak siar Piala Dunia 2026. Karena itu, TVRI menggulirkan program “Nonton Bareng Bola Gembira” agar kegiatan nobar berjalan tertib dan sesuai ketentuan hak siar yang berlaku.
“Program Nonton Bareng Bola Gembira ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan hiburan berkualitas kelas dunia yang bisa mempersatukan dan membawa kebahagiaan bagi masyarakat Indonesia secara luas,” kata Direktur Pengembangan dan Usaha LPP TVRI Retno Wulan Kartiko Purbodjati dalam keterangan resmi, Senin.
Retno mengatakan program ini juga diharapkan memberi dampak ekonomi. Menurut dia, inisiatif tersebut bisa membuka peluang bagi pelaku usaha dan UMKM untuk berkembang.
“Melalui inisiatif ini, kami juga ingin mendorong pergerakan ekonomi lokal, termasuk memberikan peluang bagi pelaku usaha dan UMKM untuk berkembang, dengan tetap menjunjung kepatuhan terhadap aturan hak siar,” ujar Retno.
TVRI menyediakan dua kategori lisensi dalam program tersebut. Kategori itu terdiri dari lisensi komersial dan lisensi non-komersial.
Lisensi komersial ditujukan bagi penyelenggara yang menjalankan aktivitas usaha. Kategori ini mencakup kafe, restoran, hotel, stadion, atau venue lain yang melibatkan unsur bisnis, sponsor, maupun aktivitas promosi.
Sementara itu, lisensi non-komersial tersedia secara gratis. Fasilitas ini diberikan kepada UMK, komunitas, dan instansi pemerintah yang tidak melibatkan sponsor, tidak menjual tiket, serta tidak memiliki aktivitas komersial.
Pendaftaran lisensi “Nonton Bareng Bola Gembira” dapat dilakukan melalui situs resmi program di https://bolagembira.tvrinews.com. Pendaftaran juga bisa dilakukan melalui Tim Agent Nonton Bareng TVRI yang akan mendatangi lokasi usaha seperti kafe, restoran, dan tempat komersial lainnya.
Melalui skema ini, TVRI memberi jalur resmi bagi masyarakat dan pelaku usaha yang ingin menggelar nobar Piala Dunia 2026. Langkah itu dilakukan agar penyelenggaraan acara tetap legal dan sesuai aturan pemegang hak siar.
Sumber: ANTARA

