Arsenal, Aston Villa, Nottingham Forest, dan Crystal Palace membuka peluang mencatat sejarah besar untuk Liga Inggris pada musim 2025/2026. Situasi itu disorot dalam ulasan yang terbit Selasa, 5 Mei 2026, dari Jakarta. Di saat yang sama, musim ini juga menyimpan ancaman tragedi bagi sejumlah klub, termasuk Tottenham Hotspur.
Liga Premier Inggris musim ini berada di persimpangan dua kemungkinan. Akhir kompetisi bisa menghadirkan pencapaian bersejarah. Namun, penutup musim juga dapat berubah menjadi pukulan besar bagi klub-klub tertentu.
“Apakah epilog kompetisi akan berakhir dengan happy ending atau justru tragedi yang menutup tirai perjalanan sejumlah klub selama musim ini.”
Skenario positif muncul dari kiprah klub-klub Inggris di kompetisi Eropa. Empat wakil mereka berada di ambang final pada tiga ajang berbeda. Arsenal tampil di Liga Champions, Aston Villa dan Nottingham Forest di Liga Europa, sedangkan Crystal Palace melaju di Liga Conference.
Satu tempat di final Liga Europa sudah dipastikan menjadi milik klub Inggris. Sementara itu, Arsenal dan Crystal Palace masih berpeluang besar menyusul ke partai puncak. Keduanya akan memainkan leg kedua semifinal di kandang sendiri pada tengah pekan ini.
Arsenal hanya membutuhkan kemenangan 1-0 dalam semifinal leg kedua di London pada Rabu dini hari esok. Hasil itu cukup untuk membawa mereka ke final Liga Champions. Jika lolos, Arsenal akan menghadapi Bayern Muenchen atau Paris Saint Germain.
Catatan kandang Arsenal musim ini juga mendukung peluang tersebut. Mereka sangat sulit dikalahkan saat bermain di Stadion Emirates. Hanya Manchester United dan Bournemouth yang mampu menundukkan mereka di sana.
Arsenal juga memiliki rekam jejak meyakinkan di Eropa musim ini. Mereka belum pernah kalah di Liga Champions. Atletico Madrid, lawan mereka di semifinal, bahkan pernah dibantai 0-4 dalam fase grup pada 25 Oktober tahun lalu.
Di Liga Conference, Crystal Palace berada dalam posisi lebih aman. Mereka hanya memerlukan hasil seri pada leg kedua semifinal. Pada leg pertama tandang 1 Mei lalu, Palace sudah lebih dulu menang 3-1 atas Shakhtar Donetsk.
Meski begitu, tidak semua peluang berujung manis. Ulasan tersebut menegaskan bahwa musim ini juga bisa berakhir sebagai tragedi besar. Salah satu sorotan tertuju pada Tottenham Hotspur, klub yang dinilai terlalu besar untuk dibiarkan terpental dari Liga Premier.
Selain itu, sorotan juga mengarah pada pencapaian Arsenal dan kiprah klub-klub Inggris di mandala Eropa. Semua kemungkinan itu masih terbuka. Akhir musim dapat menjadi happy ending, tetapi bisa pula berubah menjadi penutup yang menyakitkan.
Sumber: ANTARA News
Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.
Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

