AFC, UEFA, dan Concacaf Surati FIFA: Tolak Pengakuan terhadap FFE
Piala Dunia

AFC, UEFA, dan Concacaf Surati FIFA: Tolak Pengakuan terhadap FFE

AFC, UEFA, dan Concacaf pada Senin, 10 Agustus 2026 di Jakarta melayangkan surat terbuka kepada FIFA untuk menolak proyek FIFA Forward Enterprise (FFE).

Ketiga konfederasi menolak proyek itu karena berencana menjual saham komersial hak penyelenggaraan Piala Dunia kepada pihak swasta. Mereka menilai langkah tersebut mengancam integritas dan independensi turnamen yang akan berusia 100 tahun pada 2030.

Dalam surat yang dimuat di laman Concacaf pada Senin, AFC, UEFA, dan Concacaf menyampaikan sikap bersama atas isu tersebut. Mereka menegaskan sepak bola harus dijaga oleh seluruh elemen yang terlibat di dalamnya.

“Sepak bola adalah milik para pemain, suporter, klub, asosiasi anggota, serta setiap institusi yang dipercaya menjaga masa depannya. Dalam semangat itulah, sebagai konfederasi yang mewakili para anggotanya, kami berbicara secara kolektif hari ini,”

Meski rencana FFE sudah dibatalkan, ketiga konfederasi menilai persoalan itu belum benar-benar selesai. Mereka menyoroti integritas kepemimpinan FIFA di bawah Gianni Infantino.

Mereka menilai kepemimpinan FIFA seharusnya menjadi bentuk pengabdian kepada keluarga besar sepak bola tanpa terkecuali. Karena itu, mereka menilai persoalan ini tidak bisa dianggap ringan.

“Ketika kepercayaan dihancurkan melalui penipuan, ketika seseorang menempatkan dirinya di atas kolektif yang telah memberinya kewenangan, maka tugas pengabdian tersebut telah ditinggalkan,”

AFC, UEFA, dan Concacaf juga menilai FIFA tidak menganggap serius kontroversi tersebut. Menurut mereka, masalah itu tidak cukup dijelaskan hanya sebagai persoalan komunikasi.

Sebelumnya, FIFA melalui suratnya mengakui ada kesalahan dalam proses pengajuan rencana tersebut. Namun, tiga konfederasi itu menilai akar masalahnya lebih besar dari sekadar kegagalan penyampaian informasi.

Mereka menegaskan persoalan itu juga mencerminkan kegagalan dalam pengambilan keputusan. Karena itu, mereka menilai proposal FFE memang bermasalah sejak awal.

“FIFA juga tidak mengakui bahwa proposal tersebut pada dasarnya memang keliru,”

Proyek FFE diumumkan FIFA pada 28 Juli. Beberapa hari kemudian, rencana itu dibatalkan setelah mendapat penolakan dari berbagai organisasi sepak bola internasional.

Dalam surat tersebut, ketiga konfederasi juga mempertanyakan pertemuan pimpinan FIFA di Maroko. Mereka menyoroti pertemuan itu karena hanya dihadiri sejumlah anggota komite manajemen.

Menurut mereka, anggota Dewan FIFA dan asosiasi anggota tidak hadir dalam pertemuan tersebut. Pola itu dinilai memperkuat kekhawatiran terhadap tata kelola FIFA saat ini.

AFC, UEFA, dan Concacaf lalu menegaskan alasan mereka menyampaikan sikap secara bersama-sama. Mereka menuntut adanya pertanggungjawaban dan keterbukaan dari kepemimpinan sepak bola dunia.

“Ada keheningan ketika seharusnya ada pertanggungjawaban. Ada jarak ketika seharusnya ada keterbukaan. Itu bukanlah kualitas yang layak dimiliki oleh kepemimpinan sepak bola,”

Di akhir suratnya, ketiga konfederasi menyerukan agar persatuan dalam sepak bola dihormati. Mereka juga meminta kepemimpinan yang mengabdi kepada sepak bola, bukan mengendalikan sepak bola.

“Kini, kami menyerukan agar persatuan tersebut dihormati, demi kepemimpinan yang mengabdi kepada sepak bola, bukan kepemimpinan yang berusaha mengendalikan sepak bola,”

Sumber: ANTARA

Tinggalkan Komentar