Jordy Wehrmann menyatakan siap membela timnas Indonesia pada Jumat (17/4) di mixed zone Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Gelandang Madura United itu berharap segera dinaturalisasi setelah timnya menang 2-1 atas Persebaya Surabaya dalam laga pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026.
Pernyataan itu disampaikan Jordy saat berbincang dengan ANTARA seusai pertandingan. Dalam wawancara singkat tersebut, pemain berusia 27 tahun itu terlihat lancar berbicara dalam bahasa Indonesia. Meski begitu, ia sesekali masih mencampurnya dengan bahasa Inggris.
“(Belajar bahasa Indonesia) sendiri. Nenek saya (tinggal) sama saya (sekarang), dua bulan. Saya bicara banyak bahasa Indonesia (dengannya),”
Jordy lahir di Den Haag, Belanda, pada 25 Maret 1999. Ia memiliki darah Belanda dari ayahnya dan Indonesia dari ibunya. Garis keturunan Indonesia dalam dirinya berasal dari sang ibu.
Neneknya, Merie Pasman, lahir di Jakarta pada 1948. Merie kemudian pindah ke Belanda pada 1965. Latar belakang itu membuat Jordy berharap bisa mendapat kesempatan membela tim nasional Indonesia.
“Ya, saya siap (mendapatkan Garuda Calling). Saya berharap mereka memanggil saya, tapi sejauh ini tidak ada. Belum,”
Jordy memulai karier sepak bolanya bersama Feyenoord. Setelah itu, ia pindah ke FC Luzern. Ia kemudian kembali ke Belanda untuk memperkuat ADO Den Haag.
Setelah sempat tanpa klub selama tiga bulan, Jordy melanjutkan karier di Kroasia bersama NK Vukovar 1991. Klub itu menjadi tim terakhirnya di Eropa sebelum bergabung dengan Madura United pada Juli 2024.
Selama dua musim bersama Madura United, Jordy telah mencatatkan 67 penampilan. Dari jumlah itu, ia menyumbang empat gol dan tujuh assist. Pada musim ini, ia ikut membantu Laskar Sape Kerrab menjauh dari zona degradasi dan bertahan di Super League.
Saat ditanya soal proses naturalisasinya, Jordy tidak banyak memberi penjelasan. Ia hanya berharap proses tersebut bisa segera berjalan. Pemilik cap untuk timnas Belanda usia muda itu juga menegaskan belum ada pembicaraan dengan pelatih Indonesia saat ini, John Herdman.
“Kita tunggu saja dan semoga segera”
“Ini agak sulit untuk dikatakan, karena saya harus berhati-hati. Karena kadang-kadang di media banyak hal berubah, dan itu berbahaya karena mereka bisa membuat rumor. Kita tunggu saja, dan semoga segera,”
Sumber: ANTARA

