Pep Guardiola menegaskan Manchester City masih siap menekan Arsenal dalam perburuan gelar Liga Inggris musim ini. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta, Kamis, 14 Mei 2026, setelah City menjaga peluang juara. Pelatih asal Spanyol itu menyebut timnya akan terus siaga jika Arsenal terpeleset pada dua laga terakhir.
Manchester City baru saja menang 3-0 atas Crystal Palace pada Kamis dini hari. Hasil itu membuat The Citizens kini hanya berjarak dua poin dari Arsenal di puncak klasemen. Kedua tim sama-sama menyisakan dua pertandingan terakhir yang akan menentukan gelar juara.
“Semuanya bergantung pada mereka (Arsenal). Jika mereka memenangi dua pertandingan, tidak ada lagi yang bisa dilakukan, tidak ada lagi yang perlu dibicarakan,” kata Guardiola dikutip dari laman resmi klub di Jakarta, Kamis.
Guardiola mengakui nasib timnya tidak sepenuhnya berada di tangan sendiri. Karena itu, City hanya bisa terus menang sambil berharap Arsenal kehilangan poin. Ia menegaskan timnya harus tetap berada dalam posisi mengancam hingga akhir musim.
“Yang bisa kami lakukan hanyalah berada di sana untuk berjaga-jaga,” ujarnya merujuk pada peluang menyalip Arsenal. “Dua pertandingan terakhir akan berjalan sulit.”
Selain persaingan di liga, Manchester City juga masih menghadapi jadwal padat. City dijadwalkan melawan Chelsea di final Piala FA pada hari Sabtu di Wembley. Setelah itu, mereka harus menghadapi Bournemouth dan Aston Villa pada pekan terakhir Liga Inggris.
Kondisi fisik pemain menjadi perhatian utama Guardiola menjelang penutupan musim. Ia menyebut jadwal yang sangat rapat membuat para pemain mengalami kelelahan berat. Situasi itu memaksanya melakukan rotasi agar kebugaran tim tetap terjaga.
“Dan yang bisa kami lakukan sekarang adalah tidur secepat mungkin dan bersiap untuk Piala FA. Itulah yang harus kami lakukan,” tutur Guardiola.
Guardiola juga menyoroti singkatnya waktu pemulihan setelah final Piala FA. Menurut dia, timnya harus segera kembali fokus karena Bournemouth sudah menunggu tiga hari kemudian. Perjalanan ke London dan waktu bersama keluarga juga disebut ikut memengaruhi tingkat kebugaran skuad.
Untuk mengatasi situasi itu, Guardiola melakukan enam perubahan dalam starting line-up saat menghadapi Crystal Palace. Salah satu keputusannya adalah mengistirahatkan Erling Haaland selama 90 menit penuh. Langkah itu diambil demi menjaga kondisi pemain untuk rangkaian laga penting berikutnya.
“Saya memiliki kepercayaan penuh pada seluruh skuad,” tegasnya.
Guardiola menilai kedalaman skuad menjadi modal penting bagi Manchester City di fase akhir musim. Ia tetap mewaspadai Bournemouth dan juga kualitas Aston Villa yang dilatih Unai Emery. Meski dibayangi kelelahan, City disebut akan berusaha tampil maksimal secara fisik dan mental pada semua laga tersisa.
Peluang juara Manchester City kini sangat bergantung pada hasil Arsenal. Namun, Guardiola memastikan timnya tidak akan menyerah sebelum kompetisi benar-benar selesai. City akan terus membayangi pemuncak klasemen sambil berupaya menyapu bersih kemenangan.
Sumber: ANTARA

