Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, pada Jumat, 27 Maret 2026 di Jakarta, menilai perjalanan timnya musim ini semestinya berujung dengan gelar juara. Penilaian itu muncul setelah Arsenal kalah 0-2 dari Manchester City pada 22 Maret dalam final Piala Liga.
Sikap pragmatis Arteta yang tak lagi memaksakan penguasaan bola adalah faktor yang membuat Arsenal sangat sulit dikalahkan selama musim ini.
Sehari sebelum final Piala Liga melawan Manchester City, Arteta mengakui paceklik trofi menciptakan dua kondisi bagi timnya. Kondisi itu adalah kebutuhan untuk juara dan motivasi untuk juara. Kebutuhan disebut dekat dengan beban, sedangkan motivasi lebih mendekati energi tambahan.
Namun, beban justru disebut lebih dominan dirasakan Martin Odegaard dan kawan-kawan. Arsenal akhirnya tampil di bawah performa terbaik saat menghadapi The Citizens. Mereka gagal mengimbangi tekanan tim asuhan Pep Guardiola sepanjang pertandingan.
Arsenal disebut kalah oleh mentalnya sendiri karena tidak mampu melepaskan tekanan untuk mengakhiri paceklik gelar. Permainan mereka tidak berkembang selama laga. City juga mampu menutup salah satu kekuatan utama Arsenal, yaitu bola mati.
Sayap serang Arsenal tidak banyak memberi ancaman. Lini tengah mereka juga kalah pengaruh dari Rodri, yang disebut kembali menemukan performa terbaiknya. Situasi tertekan itu dinilai merusak suasana hati pemain saat mengolah bola dan bergerak di lapangan.
Kekalahan tersebut membuat Arsenal gagal mewujudkan quadruple atau empat trofi dalam satu musim. Cara mereka tumbang dari City juga kembali memperlihatkan masalah lama. Masalah itu sebelumnya beberapa kali menggagalkan Arsenal dalam perburuan trofi.
Dalam lima musim terakhir, Arsenal memang konsisten berada di papan atas Liga Premier. Namun, mereka belum mendapatkan satu pun trofi. Gelar terakhir Arsenal diraih saat menjuarai Piala FA pada 2020.
Paceklik gelar liga bahkan lebih panjang lagi. Arsenal sudah 21 tahun tidak menjuarai kompetisi tersebut. Meski begitu, mereka masih berada dalam persaingan untuk menjuarai liga, Piala FA, dan Liga Champions.
Liga Champions menjadi kompetisi yang belum pernah dimenangi Arsenal. Karena itu, peluang musim ini masih terbuka di beberapa ajang. Meski demikian, fokus lebih besar ke liga dinilai penting karena kompetisi tinggal menyisakan tujuh pertandingan.
Saat ini Arsenal berselisih 9 poin dari Manchester City. Namun, City masih menyimpan satu pertandingan lebih banyak. Situasi itu membuat persaingan gelar belum sepenuhnya aman bagi Arsenal.
Untuk menjadi juara liga, Arsenal harus memenangi minimal enam dari tujuh pertandingan terakhirnya. Tetapi jika City terpeleset dalam delapan laga terakhir mereka, Arsenal hanya perlu memenangi lima dari tujuh pertandingan sisa. Perhitungan itu membuat akhir musim Arsenal masih sangat menentukan.
Musim ini, Arsenal memang menunjukkan perkembangan besar dan sulit dikalahkan. Namun, kekalahan dari Manchester City di final Piala Liga memperlihatkan bahwa tekanan perebutan trofi masih menjadi tantangan utama. Dengan sisa laga yang ada, Arsenal masih memiliki peluang menutup musim dengan posisi tertinggi.
Sumber: ANTARA News
Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.
Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

