FIFA Jatuhkan Sanksi untuk Pemain dan Ofisial Argentina
FIFA menjatuhkan sanksi kepada pemain dan ofisial Timnas Argentina pada Jumat, 21 Agustus 2026, di Jakarta, menyusul keributan setelah final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol pada Juli lalu.
Berdasarkan rilis resmi FIFA, hukuman diberikan dalam bentuk larangan bermain dan denda kepada sejumlah pemain Argentina. Nama-nama yang terkena sanksi ialah Leandro Paredes, Nahuel Molina, Thiago Almada, serta Pablo Martin Paez Gavira.
Leandro Paredes menerima larangan bermain 10 pertandingan dan denda 90.000 dolar AS. Nahuel Molina dijatuhi larangan bermain tujuh laga serta denda 90.000 dolar AS.
Thiago Almada mendapat hukuman larangan bermain satu pertandingan disertai denda 30.000 dolar AS. Sementara itu, Pablo Martin Paez Gavira juga dijatuhi sanksi larangan bermain satu pertandingan dan denda 30.000 dolar AS.
FIFA turut menghukum asisten pelatih Timnas Argentina Roberto Ayala. Ia mendapat sanksi larangan mendampingi tim serta denda sebesar 30.000 dolar AS.
Sesuai Pasal 69 ayat 2 huruf a) dan ayat 3 FDC atau Kode Disiplin FIFA, larangan bertanding itu berlaku pada pertandingan berikutnya yang dijalani tim perwakilan terkait.
Selain menghukum individu, FIFA juga menjatuhkan sanksi kepada Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA). Federasi itu didenda 321.000 dolar AS atau sekira Rp5,6 miliar karena melanggar sejumlah pasal selama gelaran Piala Dunia 2026.
AFA dinyatakan melanggar Pasal 13 ayat 2 c) tentang penggunaan acara olahraga untuk demonstrasi non-olahraga. Mereka juga melanggar Pasal 14 ayat 5 mengenai pelanggaran disiplin tim.
Pelanggaran lain menyangkut Pasal 15 tentang diskriminasi dan pelecehan rasis. Kasus itu berkaitan dengan nyanyian dan gestur diskriminatif dari para pendukung Argentina.
FIFA juga menyebut AFA melanggar Pasal 17 FDC mengenai ketertiban dan keamanan pertandingan. Akibat pelanggaran yang terkait Pasal 15, AFA diwajibkan menggelar dua laga kandang berikutnya dengan kapasitas penonton terbatas 50 persen.
Komite Disiplin FIFA menetapkan 100.00 dolar AS dari total denda 321.000 harus diinvestasikan dalam rencana memerangi diskriminasi. Selain itu, sebagian sanksi ditangguhkan, yakni satu dari dua pertandingan dan denda sebesar 100.000, dengan masa percobaan yang berlaku.
FIFA menyatakan para pihak telah diberitahu mengenai ketentuan keputusan Komite Disiplin FIFA pada hari ini. Mereka juga diberi waktu sepuluh hari untuk mengajukan permintaan atas keputusan tersebut yang disertai alasan hukum.
Sanksi ini merupakan tindak lanjut dari insiden setelah partai final Piala Dunia 2026. Pada laga itu, Spanyol menjadi juara setelah mengalahkan Timnas Argentina dengan skor 1-0 dalam extra time.
Sumber: ANTARA
Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.
Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

