Piala Dunia 2026 berakhir pada Senin dini hari WIB di Stadion New York, Amerika Serikat, dengan Spanyol menjadi juara usai mengalahkan Argentina 1-0. Seusai turnamen, Kylian Mbappe dipastikan menjadi top skor Piala Dunia 2026 dengan torehan 10 gol.
Penyerang timnas Prancis itu unggul atas kapten Argentina Lionel Messi yang menutup turnamen dengan delapan gol. Kepastian itu didapat setelah Messi gagal menambah gol saat Argentina kalah dari Spanyol di partai final.
Final Piala Dunia 2026 dimenangi Spanyol lewat gol tunggal Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu. Hasil itu memastikan La Roja merebut gelar Piala Dunia kedua sepanjang sejarah setelah sebelumnya juara pada edisi 2010.
Selain menentukan juara, berakhirnya turnamen juga menandai pemberian penghargaan individu. Salah satunya adalah Golden Boot atau Sepatu Emas untuk pencetak gol terbanyak sepanjang kompetisi.
Mbappe kembali membawa pulang penghargaan tersebut setelah tampil tajam sepanjang turnamen. Pemain berusia 27 tahun itu juga sebelumnya menjadi pencetak gol terbanyak pada Piala Dunia 2022 di Qatar dengan delapan gol.
Catatan itu membuat Mbappe menjadi salah satu dari sedikit pemain yang mampu memenangi gelar top skor dalam dua edisi Piala Dunia secara beruntun. Meski Prancis gagal mempertahankan gelar dan tersingkir di semifinal melawan Spanyol, produktivitas Mbappe tetap menjadi yang terbaik.
Dalam catatan sejarah Piala Dunia, rekor gol terbanyak dalam satu edisi masih menjadi milik penyerang Prancis Just Fontaine. Ia membukukan 13 gol pada Piala Dunia 1958 di Swedia, dan rekor itu belum terpecahkan hingga edisi 2026.
Sementara itu, Piala Dunia 1962 menjadi edisi paling unik dalam daftar top skor. Sebab, enam pemain berbagi status pencetak gol terbanyak dengan koleksi masing-masing empat gol.
Daftar top skor Piala Dunia dari masa ke masa
Berikut daftar pencetak gol terbanyak atau peraih Golden Boot Piala Dunia dari berbagai edisi:
1930 – Guillermo Stabile (Argentina), 8 gol
1934 – Oldrich Nejedly (Cekoslowakia), 5 gol
1938 – Leonidas (Brasil), 7 gol
1950 – Ademir (Brasil), 8 gol
1954 – Sandor Kocsis (Hungaria), 11 gol
1958 – Just Fontaine (Prancis), 13 gol
1962 – Garrincha (Brasil), Vava (Brasil), Valentin Ivanov (Uni Soviet), Florian Albert (Hungaria), Dražan Jerković (Yugoslavia), Leonel Sánchez (Chile), masing-masing 4 gol
1966 – Eusebio (Portugal), 9 gol
1970 – Gerd Muller (Jerman Barat), 10 gol
1974 – Grzegorz Lato (Polandia), 7 gol
1978 – Mario Kempes (Argentina), 6 gol
1982 – Paolo Rossi (Italia), 6 gol
1986 – Gary Lineker (Inggris), 6 gol
1990 – Salvatore Schillaci (Italia), 6 gol
1994 – Hristo Stoichkov (Bulgaria) dan Oleg Salenko (Rusia), masing-masing 6 gol
1998 – Davor Suker (Kroasia), 6 gol
2002 – Ronaldo (Brasil), 8 gol
2006 – Miroslav Klose (Jerman), 5 gol
2010 – Thomas Muller (Jerman), David Villa (Spanyol), Wesley Sneijder (Belanda), dan Diego Forlan (Uruguay), masing-masing 5 gol
2014 – James Rodriguez (Kolombia), 6 gol
2018 – Harry Kane (Inggris), 6 gol
2022 – Kylian Mbappe (Prancis), 8 gol
2026 – Kylian Mbappe (Prancis), 10 gol
Sumber: ANTARA News
Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.
Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

