Alasan Pemain Sepak Bola Mengenakan Sport Bra: Penjelasan Fungsi dan Manfaatnya
Piala Dunia

Alasan Pemain Sepak Bola Mengenakan Sport Bra: Penjelasan Fungsi dan Manfaatnya

Banyak pemain sepak bola memakai rompi khusus saat latihan dan pertandingan pada Senin, 20 Juli 2026, dalam penjelasan yang dimuat ANTARA di Jakarta. Perlengkapan yang kerap disebut sport bra itu sebenarnya adalah GPS Performance Vest, alat untuk memantau performa pemain.

Rompi tersebut merupakan bagian dari Electronic Performance and Tracking Systems atau EPTS. FIFA menjelaskan, teknologi ini dipakai luas dalam sepak bola profesional untuk memantau kondisi fisik pemain dan memastikan perangkat yang digunakan aman.

Sensor kecil disimpan di bagian punggung, tepat di antara kedua tulang belikat. Posisi itu dipilih agar sinyal satelit tertangkap optimal dan perangkat tetap stabil saat pemain berlari, melompat, atau berbenturan.

Fungsi utama GPS vest adalah merekam data fisik pemain selama latihan maupun pertandingan. Data itu lalu dipakai pelatih dan tim medis untuk mengevaluasi performa serta mengatur beban kerja.

Salah satu data yang dipantau adalah jarak tempuh pemain. Perangkat GPS dapat mencatat total jarak yang ditempuh, sehingga pelatih bisa melihat intensitas kerja masing-masing pemain.

Selain itu, sensor juga mengukur kecepatan lari dan akselerasi. Data lain yang direkam meliputi deselerasi hingga jumlah sprint yang dilakukan pemain sepanjang sesi latihan atau laga.

Informasi tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan performa fisik. Pelatih juga bisa menilai efektivitas permainan berdasarkan intensitas gerak pemain di lapangan.

GPS vest juga berperan dalam pencegahan cedera. Tim medis dan pelatih dapat memantau beban kerja pemain, termasuk saat seorang pemain mengalami kelelahan berlebih atau belum pulih sepenuhnya dari cedera.

Jika data menunjukkan kondisi itu, intensitas latihan dapat dikurangi. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan risiko cedera berulang.

Perangkat ini juga membantu proses pemulihan pemain. Staf pelatih bisa membandingkan kondisi pemain sebelum dan sesudah cedera melalui data yang terkumpul.

Dengan begitu, keputusan mengembalikan pemain ke lapangan tidak hanya berdasar perkiraan. Data dari perangkat memberi acuan yang lebih terukur bagi staf tim.

Fungsi lain GPS vest adalah mendukung analisis taktik. Perangkat ini menghasilkan data pola pergerakan pemain yang bisa dipakai pelatih untuk mengevaluasi posisi bermain, intensitas pressing, dan efektivitas strategi saat pertandingan.

Meski bentuknya menyerupai sport bra, perlengkapan itu bukan pakaian penyangga dada. Rompi elastis tersebut hanya berfungsi sebagai tempat modul GPS dan sensor agar tetap menempel stabil di tubuh pemain.

FIFA menyebut teknologi EPTS kini menjadi bagian penting dalam sepak bola modern. Data yang dihasilkan membantu klub dan tim nasional menyusun program latihan lebih efektif, mengoptimalkan performa, dan mengurangi risiko cedera melalui pemantauan beban kerja secara berkelanjutan.

Sumber: ANTARA

Tinggalkan Komentar