Arsenal Kembali Dibayangi Trauma Masa Lalu Jelang Laga Penentuan
Liga Inggris

Arsenal Kembali Dibayangi Trauma Masa Lalu Jelang Laga Penentuan

Arsenal kembali berada dalam tekanan di persaingan Liga Inggris pada Sabtu, 25 April 2026, di Jakarta, setelah Manchester City merebut puncak klasemen sementara. Tim asuhan Mikel Arteta kini dibayangi kegagalan yang pernah mereka alami dalam perburuan gelar.

Keunggulan Arsenal di klasemen sempat mencapai sembilan poin dalam sebulan terakhir. Namun, kemenangan City atas Burnley di Turf Moor, Kamis, membuat kedua tim sama-sama mengoleksi 70 poin. City kemudian naik ke posisi teratas karena unggul produktivitas gol, 66 gol berbanding 63 gol milik Arsenal.

Situasi itu memperpanjang tekanan yang dirasakan Arsenal. Sebab, empat hari sebelumnya mereka juga kalah 1-2 dari Manchester City pada laga bertajuk “title race” di Stadion Etihad, Minggu. Hasil itu lalu diikuti kemenangan 1-0 City atas Burnley yang membuat Arsenal tergusur dari puncak.

Dalam lima musim terakhir, Arsenal sudah dua kali memimpin klasemen saat Natal. Namun, mereka gagal menutup musim sebagai juara. Pada musim 2022/2023 dan 2023/2024, Manchester City juga menjadi tim yang menggagalkan langkah mereka.

Musim ini, situasinya kembali serupa. Arsenal yang sempat memimpin klasemen selama berbulan-bulan kini terancam kembali finis sebagai runner-up. Tekanan itu semakin terasa karena City justru bangkit di tengah masa transisi skuad.

Musim ini disebut bukan periode terbaik Pep Guardiola selama menangani City. Setelah meraih treble winners pada musim 2022/2023, The Citizens lebih banyak melakukan regenerasi. Sejumlah nama seperti Ederson, Kevin De Bruyne, Joao Cancelo, Kyle Walker, Ilkay Gundogan, Jack Grealish, Riyad Mahrez, hingga Julian Alvarez sudah tidak lagi ada.

City kini hanya menyisakan beberapa nama lama. Erling Haaland, Ruben Dias, John Stones yang tak lagi menjadi pemain reguler, Rodri yang jauh dari performa terbaik karena cedera ACL, serta Bernardo Silva yang tak selincah dulu.

Baca juga  Liverpool kembali menang setelah mengalahkan Fulham 2-0 di lanjutan kompetisi لیگ Inggris

Di tengah kondisi itu, Arsenal justru gagal menjaga jarak di puncak klasemen. Dua hasil seri melawan Brentford dan Wolverhampton Wanderers pada pertengahan Februari menjadi tanda awal goyahnya performa mereka.

Pukulan yang lebih besar datang pada 22 Maret. Arsenal kalah dari Manchester City di final Piala Liga lewat dwigol Nico O’Reilly. Laga itu sebelumnya dianggap sebagai peluang awal bagi Arsenal untuk membuka jalan menuju Piala FA, Liga Inggris, dan Liga Champions.

Kekalahan tersebut mengubah arah musim mereka. Arsenal gagal mendapatkan dorongan kepercayaan diri yang dibutuhkan untuk memburu empat gelar dalam semusim. Sebaliknya, mereka justru kembali dihadapkan pada kenyataan bahwa City masih sulit mereka taklukkan.

Arsenal lalu kembali terpukul saat disingkirkan tim kasta kedua, Southampton, dengan skor 1-2 pada perempat final Piala FA. Dalam sepekan, dua peluang gelar domestik mereka hilang.

Setelah itu, The Gunners juga kalah dari Bournemouth dan City di Liga Inggris. Mereka hanya sedikit mendapat hasil positif setelah menyingkirkan Sporting CP di perempat final Liga Champions, meski dengan cara yang disebut kurang meyakinkan.

Dari yang semula disebut sebagai kandidat kuat peraih quadruple, Arsenal kini justru berada di ambang musim tanpa trofi. Di Liga Champions, jalan mereka juga tidak ringan karena harus melewati Atletico Madrid, sebelum berpotensi menghadapi pemenang duel Bayern Muenchen dan Paris Saint-Germain.

Arsenal kini kembali berhadapan dengan situasi yang pernah menyakitkan mereka. Persaingan gelar belum selesai, tetapi Manchester City sekali lagi menjadi ancaman terbesar dalam upaya The Gunners mengakhiri penantian juara.

Sumber: ANTARA

Baca juga  Aaron Ramsey Optimistis Arsenal Bisa Menjuarai Liga Inggris Musim Ini
Alfandi Alonzo

Alfandi Alonzo

Reporter

Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

Tinggalkan Komentar