UEFA Kecam Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia
Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) pada Selasa, 28 Juli 2026, di Jakarta, mengecam keras usulan FIFA terkait penjualan saham Piala Dunia kepada investor swasta. Sikap itu disampaikan UEFA lewat pernyataan resmi setelah muncul laporan soal rencana tersebut.
UEFA menilai gagasan itu sudah melewati batas yang tidak seharusnya dilanggar oleh badan pengatur sepak bola. Organisasi itu juga meminta seluruh pemangku kepentingan memandang isu ini dengan serius.
“UEFA menanggapi hal ini dengan sangat serius. Demikian pula seharusnya setiap asosiasi sepak bola nasional dan setiap pemangku kepentingan: liga, klub, pemain, suporter, pemerintah, serta siapa pun yang peduli terhadap masa depan olahraga ini,”
Dalam pernyataan yang sama, UEFA menegaskan sepak bola tidak bisa diperlakukan sebagai aset dagang. UEFA juga menyoroti tidak adanya transparansi mengenai pihak yang akan memperoleh keuntungan finansial.
“Jiwa dan tata kelola sepak bola bukanlah aset untuk diperdagangkan—terlebih lagi tanpa adanya transparansi mengenai siapa yang memperoleh keuntungan finansial. Tak satu pun dari kita adalah pemilik sepak bola. Sepak bola bukanlah milik FIFA untuk dijual,”
Respons UEFA muncul setelah media Inggris The Times melaporkan Presiden FIFA Gianni Infantino berencana menjual saham dalam Piala Dunia kepada investor swasta. Laporan itu menyebut skema tersebut berpotensi menghasilkan puluhan juta dolar AS.
Menurut laporan yang sama, pembicaraan dengan investor disebut telah dilakukan bersama tokoh-tokoh yang dekat dengan pemerintahan Trump. Skema itu dinilai bisa berujung pada pembentukan perusahaan baru untuk mengelola turnamen putra dan putri milik FIFA.
Turnamen yang masuk dalam skema itu disebut mencakup Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub. Kedua ajang itu merupakan kompetisi paling bergengsi di bawah kendali FIFA.
Di sisi lain, FIFA pada hari Selasa dalam rilis resminya menyatakan mereka berencana untuk “meningkatkan pendanaan pengembangan sepak bola hingga lebih dari 10 miliar dolar AS, dengan ketentuan mendapat persetujuan dari asosiasi anggota FIFA”.
Hingga laporan ini muncul, sumber artikel hanya memuat pernyataan resmi UEFA dan rilis FIFA terkait rencana pendanaan tersebut. Belum ada keterangan lain yang disampaikan dalam sumber mengenai tindak lanjut dari polemik ini.
Sumber: ANTARA News
Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.
Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

