Total hadiah juara Piala Dunia 2026 capai Rp902 miliar
FIFA menyiapkan hadiah sebesar 50 juta dolar AS atau sekitar Rp902 miliar untuk juara Piala Dunia 2026. Informasi itu muncul pada Jumat, 17 Juli 2026, menjelang final antara Spanyol dan Argentina di Piala Dunia 2026.
Piala Dunia 2026 menjadi edisi dengan total hadiah terbesar dalam sejarah turnamen ini. FIFA menyiapkan total dana hadiah 655 juta dolar AS atau sekitar Rp11,8 triliun untuk seluruh peserta.
Jumlah itu naik sekitar 50 persen dibanding total hadiah pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Kenaikan tersebut sejalan dengan skala turnamen yang juga membesar.
Piala Dunia 2026 diikuti 48 peserta. Turnamen ini juga menghadirkan lebih banyak pertandingan dan digelar di tiga negara tuan rumah.
Hadiah terbesar akan menjadi milik pemenang final antara Spanyol dan Argentina. Sementara tim yang finis sebagai runner-up tetap membawa pulang 33 juta dolar AS atau sekitar Rp595 miliar.
Dua tim yang tampil di laga perebutan tempat ketiga juga mendapat bayaran besar. Pemenang duel Prancis dan Inggris berhak atas 29 juta dolar AS atau sekitar Rp523 miliar.
Tim yang menutup turnamen di posisi keempat akan menerima 27 juta dolar AS atau sekitar Rp487 miliar. FIFA juga membagikan hadiah kepada semua tim yang lolos ke fase gugur.
Empat tim yang tersingkir di perempat final, yakni Maroko, Belgia, Norwegia, dan Swiss, masing-masing memperoleh 19 juta dolar AS atau sekitar Rp343 miliar. Delapan tim yang gugur di babak 16 besar menerima 15 juta dolar AS atau sekitar Rp270 miliar.
Sementara itu, 16 tim yang terhenti di babak 32 besar mendapatkan 11 juta dolar AS atau sekitar Rp198 miliar. Bahkan tim yang gagal lolos dari fase grup tetap memperoleh pemasukan besar.
Seluruh 48 peserta Piala Dunia 2026 dijamin menerima minimal 10,5 juta dolar AS atau sekitar Rp189 miliar. Rinciannya, 9 juta dolar AS atau sekitar Rp162 miliar diberikan untuk tim yang tersingkir di fase grup.
Selain itu, FIFA juga mengalokasikan 1,5 juta dolar AS atau sekitar Rp27 miliar untuk biaya persiapan menuju turnamen. Dana tersebut tidak langsung dibayarkan kepada pemain.
FIFA menyerahkan seluruh hadiah kepada federasi sepak bola masing-masing negara. Setelah itu, federasi menentukan pembagian bonus untuk pemain, pelatih, dan staf tim.
Sisa dana umumnya dipakai untuk pengembangan sepak bola nasional. Penggunaan itu mencakup pembinaan usia muda hingga pembangunan infrastruktur.
Salah satu contoh datang dari Amerika Serikat. Federasi Sepak Bola Amerika Serikat memiliki kesepakatan sejak 2022 bahwa 80 persen hadiah tim nasional putra dibagi rata dengan tim nasional putri, dengan syarat tim putri lolos ke Piala Dunia Wanita 2027 di Brasil.
Di sisi lain, pemain Timnas Inggris memiliki kebijakan berbeda. Mereka diketahui menyumbangkan bayaran sebesar 2.000 poundsterling setiap kali membela tim nasional untuk kegiatan amal.
Besarnya hadiah ini berkaitan dengan proyeksi pemasukan FIFA dari turnamen tersebut. Sebagai Piala Dunia pertama dengan 48 negara, FIFA memperkirakan pendapatan penyelenggaraan mencapai lebih dari 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp180 triliun.
Dengan angka itu, total hadiah 655 juta dolar AS hanya setara sekitar 6,5 persen dari keseluruhan pemasukan yang diproyeksikan. Final antara Spanyol dan Argentina pun bukan hanya perebutan trofi, tetapi juga hadiah uang terbesar dalam sejarah Piala Dunia.
Sumber: ANTARA
Seorang penulis berita olahraga berpengalaman dengan lebih dari lima tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, khususnya sepak bola Indonesia. Memiliki pemahaman mendalam tentang kompetisi domestik seperti Liga 1 dan Liga 2, serta perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.
Dikenal memiliki gaya penulisan yang cepat, akurat, dan berimbang, serta mampu mengikuti dinamika berita yang bergerak cepat di dunia sepak bola nasional. Selain itu, aktif mengikuti tren dan perkembangan terbaru dalam industri olahraga digital, termasuk media sosial dan platform berita online.

